PASURUAN I bidik.news – Maraknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Pasuruan, beberapa bulan lalu membuat Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan berjibaku dan bekerja keras untuk mengatasinya. Dan, berkat upaya tersebut penyakit yang membahayakan sapi ternak ini dapat dikendalikan.
Ini dikatakan, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan Ainur Alfiah, Jumat siang (06/10/2023). Ia menjelaskan akhir bulan Agustus tidak ada lagi laporan tentang serangan PMK pada hewan ternak. “Jadi, kami berhasil mengatasi permasalahan PMK tanpa ditemukan kasus baru di hewan ternak tersebut,” ungkap Alfiah sapaan akrabnya.
Dia menambahkan, penyakit yang dahulu menjadi ancaman serius bagi peternak sapi kini sudah terkendali dan mulai mereda. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir, tidak ada laporan mengenai kasus baru yang muncul.
Sebelumnya, terdapat ratusan ternak sapi yang terinfeksi PMK. Namun, melalui usaha-usaha yang dilakukan petugas Dinas Peternakan dan Keswan Kabupaten Pasuruan membuat sebagian besar ternak sapi mengalami kesembuhan. Meskipun ada beberapa yang mengalami kematian dan harus dipotong.
Perlu diketahui, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan telah mengambil berbagai langkah untuk menangani masalah ini, termasuk peningkatan vaksinasi pada hewan ternak sapi. Upaya ini membuahkan hasil yang positif. Saat ini, tidak ada lagi laporan mengenai sapi yang terinfeksi PMK.
Di ketahui sebelumnya, awal kasus ini merebak, lebih dari 200 sapi terinfeksi PMK. Namun, sebagian besar telah pulih.”Dan Alhamdulillah, sekarang, sudah tidak ada lagi laporan kasus baru. Kami berharap situasi ini akan terus berlanjut,” tegas wanita asli Pasuruan ini. (rusdi)











