TULUNGAGUNG l Bidik.news– Prestasi membanggakan kembali diukir oleh putra-putri terbaik Kabupaten Tulungagung di kancah provinsi. SMKN 3 Boyolangu berhasil mengamankan posisi Juara 2 dalam ajang bergengsi Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Dikmen Tingkat Provinsi Jawa Timur ke-XXXIV Tahun 2026.
Prestasi tersebut dipersembahkan oleh Chesa Ubaydillah Achmad, siswi tangguh yang berhasil menyisihkan puluhan peserta dari berbagai kabupaten/kota se-Jawa Timur. Keberhasilan ini sekaligus meneguhkan posisi SMKN 3 Boyolangu sebagai sekolah pencetak talenta unggul di bidang kejuruan.
Ajang LKS Jatim ke-XXXIV yang berlangsung pada 6-10 April 2026 ini berpusat di Surabaya dan Sidoarjo. Sebanyak 1.806 murid bertanding dalam 54 bidang kompetensi keahlian.
Penutupan kegiatan dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur pada 10 April 2026, yang menekankan pentingnya talenta unggul SMK dalam menjawab tantangan dunia industri.
Kepala SMKN 3 Boyolangu, Syaiful Huda, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi siswanya. Menurutnya, pencapaian Chesa merupakan buah dari persiapan matang dan kedisiplinan tinggi.
”Alhamdulillah, melalui ananda Chesa Ubaydillah Achmad, SMKN 3 Boyolangu mampu membawa pulang trofi Juara 2 di tingkat provinsi. Ini adalah bukti bahwa kualitas pendidikan di Tulungagung, khususnya di sekolah kami, mampu bersaing di level tertinggi Jawa Timur,” ujar Syaiful Huda, Selasa (5/5/2026).
Keberhasilan di ajang LKS ini sejatinya selaras dengan kualitas kurikulum di SMKN 3 Boyolangu. Sekolah ini tercatat sebagai satu-satunya SMKN di Tulungagung yang dipercaya mampu menyelenggarakan uji kompetensi bekerja sama langsung dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Fasilitas uji kompetensi kementerian ini difokuskan pada bidang Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) serta Teknik Konstruksi dan Perumahan (TKP). Hal inilah yang menjadi pondasi kuat bagi siswa seperti Chesa untuk menguasai materi lomba yang memiliki standar industri nasional.
Syaiful Huda menegaskan bahwa sekolah tidak hanya mengejar prestasi lomba, tetapi juga memastikan masa depan karier siswa melalui sertifikasi resmi.
”Selain prestasi di LKS, kami juga membekali siswa dengan sertifikasi dari Kementerian PUPR. Jadi, ketika mereka lulus, mereka sudah memiliki ‘senjata’ berupa pengakuan negara atas keahlian mereka di bidang konstruksi,” tambahnya.
Dengan capaian Juara 2 LKS Provinsi Jawa Timur 2026 dan dukungan sertifikasi nasional, SMKN 3 Boyolangu semakin memantapkan diri sebagai institusi pendidikan vokasi yang siap mencetak tenaga profesional untuk mendukung pembangunan infrastruktur bangsa.











