PASURUAN I bidik.news – Ratusan sapi v ternak di Kabupaten Pasuruan saat ini terserang penyakit yang mematikan, yakni Virus Lumpy Skin Disease (LSD) penyakit menular ini telah menyebar di beberapa wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Pasuruan.
Menurut data Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, per 17 Juli 2023 ini, ada sejumlah sapi ternak yang terserang virus LSD ini.
Ini diungkapkan oleh Kepala. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, Drh Ainur Alfiah didampingi Medik Veteriner Muda Drh Panti Absari dikonfirmasi di ruang tugasnya, Senin siang (17/07/2023).
Alfia panggilan akrabnya menjelaskan secara detail kejadian kasus LSD saat ini sejumlah 426 kasus. Terbanyak LSD ini menyerang sapi ternak di Kecamatan Sukorejo sebanyak 105 kasus, lantas di Rembang 57 kasus, selanjutnya di Kecamatan Gempol 43 kasus, Purwosari dan Tutur masing-masing 40 dan 38 kasus.
“Dari 426 kasus tersebut, sapi sakit sebanyak 303, sembuh 110 hanya 3 ekor sapi yang mati. Sedang untuk potong paksa nihil dan 10 ekor sempat dijual,” tegas Alfia.
Ditambahkan, saat ini sudah ribuan sapi yang sudah di vaksin untuk mencegah penyakit menular yang ganas ini. Tidak saja sapi ternak yang divaksin tapi sapi perah pun juga divaksin. Ada tersisa 1 500 vaksin yang diperuntukkan sapi potong.
“Untuk saat ini dinas terus melakukan percepatan vaksinasi untuk pencegahan menularnya virus LSD ini,” Imbuh Alfia seraya menambahkan sudah ada sekitar 61 330 ekor sapi perah yang telah di vaksin.
Wanita berjilbab ini menghimbau kepada masyarakat untuk secepatnya memvaksin ternaknya yang belum di vaksin. Himbauan ini bukan tanpa sebab, menurutnya ternak yang positif terjangkit virus LSD kebanyakan ternak yang belum di vaksin.
“Jadi vaksin ini manfaatnya sangat besar sekali untuk ternak sapi,” tukas wanita asli Pasuruan ini. (rusdi)











