SURABAYA|BIDIK – Pembunuhan terhadap korban bernama Busani (48) warga Jember. Pembantu rumah tangga dijalan Kupang Indah 17 No.29 Surabaya. Rumah milik majikanya bernama Listiya.Pelaku pembunuh ternyata Gadis cantik yang masih muda.
Tak disangka, 40 (empat puluh) tusukan bersarang dikepala korban dan 26 (dua enam) diantaranya tembus ke otak.
Tim Anti Bandit Satreskrim Polrestabes Surabaya berhasil mengungkap motif pembunuhan tunggal, yang dilakukan seorang wanita bernama Sulika (18) warga blora jawa timur. Tersangka juga bekerja sebagai pembantu rumah tangga di tempat, dimana korban bekerja.
Hanya dalam waktu seminggu, pembantu rumah tangga ditangkap Satreskrim Tim Anti Bandit ditempat kerjanya.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Muhammad Iqbal Mengatakan, pembunuhan terhadap pembantu rumah tangga berhasil diungkap Tim Anti Bandit Satreskrim Polrestabes Surabaya.
“Hanya dalam kurun waktu seminggu pelaku pembunuhan berencana bisa ditangkap dan pelaku bernama Sulika,” Ujar Iqbal di Mapolrestabes Surabaya, Rabu (7/6).
Motif Sulika untuk membunuh Busani lantaran sakit hati,” Kata perwira berpangkat melati tiga dipundaknya.
Sebab korban slalu menagih, kalung miliknya yang dipinjam tersangka Sejak maret 2017 lalu. Padahal kalung tersebut sudah dijual ke orang lain oleh tersangka.
“Sehingga merasa kesal, korban dihabisi 30/5/2017 lalu sekitar pukul 19.00 wib fi rumah jalan Kupang Indah 17 No.25 Surabaya yakni rumah milik majikannya bernama Listiya,” Ujar Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Sillitonga Memaparkan, Tersangka dalam melakukan pembunuhan terhadap korban menggunakan sebilah pisau dan parang.
“Benda tajam itu ditusukan dibagian kepala korban hingga 40 tusukan dan diantaranya 26 tembus dibagian kepala korban,”papar perwira melati dua dipundaknya itu.
Shinto menambahkan, Sulaika sebelum membunuh korban sempat menelepon
pacarnya, bahwa tersangka
berencana akan membunuh Busani.
” sebelum membunuh korban, Sulaika sempat menelepon pacarnya dan berencana mau membunuh Busani,” beber kepala serse nomer satu di Surabaya.
Busani sering sekali menceritakan ke orang lain bahwa Sulika meminjam kalungnya namun tidak dikembalikan.
Kepada petugas tersangka Sulaika mengaku dirinya telah membunuh korban lantaran sakit hati dan korban mengancam akan menceritakan ke majikan klau saya sering bawa pacar saya masuk ke dalam kamar secara diam-diam,” Akunya.
Dihadapan wartawan dan sejumlah petugas polisi yang menyaksikan tersangka Sulika menyesali perbuatanya,” saya merasa menyesal dan saya tidak ada niat untuk melakukan pembunuhan berencana,” Ungkapnya.(riz)



