SURABAYA l bidik.news– Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terus berulang setiap musim kemarau di Kabupaten Ponorogo mendapat sorotan tajam dari Anggota Legislatif Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim , Misery Efendi Sh,MH .
Anggota Komisi D DPRD Jatim bidang Pembangunan ini mendesak sinergi proaktif antara Pemerintah Daerah (Pemda) Ponorogo, Perhutani, dan elemen masyarakat untuk melakukan mitigasi jauh-jauh hari sebelum bencana meluas.
Antisipasi dan Sinergi Lintas Sektor ,
Misery menegaskan bahwa karhutla bukanlah fenomena baru, melainkan siklus tahunan yang seharusnya sudah memiliki cetak biru penanganan.
“Karena ini sesuatu yang setiap tahun terjadi setiap musim kemarau, seharusnya sudah bisa diantisipasi. Perlu ada upaya memitigasi terkait kebakaran antara Pemerintah Daerah Kabupaten Ponorogo, Perhutani, dan pihak terkait lainnya,” ujar Misery pada Sabtu ( 29/8/2026 ).
Adapun dukungan Anggaran Hujan Buatan
Untuk mencegah api merambat dan merusak puluhan hingga ratusan hektare lahan, Misery mendorong intervensi teknologi berupa modifikasi cuaca. Sebagai anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jatim , ia memastikan kesiapannya mendukung alokasi dana untuk langkah taktis tersebut.
“Kami yang di Badan Anggaran sangat setuju ada sebagian alokasi untuk membuat hujan buatan agar api tidak terus merambat. Kami mendukung kerja sama antara Pemerintah Kabupaten dan Pemerintah Provinsi untuk merealisasikan hujan buatan ini,” tegasnya.
Selain penindakan, Misery menitikberatkan pada aspek pencegahan di tingkat akar rumput, terutama bagi masyarakat yang bermukim di sekitar lahan Perhutani. Ia menilai banyak insiden karhutla yang berawal dari kelalaian kecil, seperti membuang puntung rokok sembarangan.
Sebagai langkah preventif, ia mengusulkan sosialisasi masif untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat sekitar hutan mengenai bahaya dan dampak karhutla, baik yang disengaja maupun tidak. Lebih lanjut, ia mendukung penuh inisiatif pemasangan papan peringatan larangan membuang puntung rokok atau aktivitas pemicu api di area rawan.
Rangkaian upaya ini ditekankan sebagai bentuk tanggung jawab bersama yang melibatkan seluruh pemangku kebijakan dan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan.
“Bahwa kebakaran ini sesuatu yang harus bisa kita hindari. Caranya, tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak memicu hal yang mengakibatkan kebakaran. Kalau ini semua ada rasa tanggung jawab bersama, saya pikir karhutla bisa dihindari,” pungkas Misery asal Dapil IX meliputi Kabupaten Ponorogo , Magetan , Ngawi , Pacitan , dan Trengga( Rofik )











