BANYUWANGI | bidik.news – Aktivis kontroversial Banyuwangi M. Yunus Wahyudi mengadukan KPU Banyuwangi ke Polresta Banyuwangi, Jum’at (1/3/2024).
Yunus menyebut KPU Banyuwangi diduga telah melakukan penyelewengan dana hibah yang nilainya puluhan miliar pada pemilu 2024 ini.
“Alhamdulillah Polresta Banyuwangi telah menerima pengaduan saya,” ujar Yunus.
Dalam aduannya, Yunus mengaku telah memiliki data-data kecurangan dan penyelewengan hasil pemilu 2024 ini.
“Setiap pesta demokrasi (pemilu), anggaran di KPU Banyuwangi ini diduga selalu dibuat bancakan. Hari ini kita menemukan data-data mulai dari TPS sampai di tingkat kecamatan,” ucap pria yang pria yang dijuluki Harimau Blambangan tersebut.
“Saya berharap pengaduan hari ini benar-benar disikapi pihak Polresta Banyuwangi, karena data hasil temuan saya bersama teman-teman valid dan siap dibongkar bersama,” tegasnya.
Yunus mengungkapkan, apa yang dilakukannya ini semata-mata agar pemilu di Kabupaten Banyuwangi terlaksana dengan jujur dan adil.
Sebagai aktifis, Yunus mewakili rakyat berharap agar anggaran yang digelontorkan negara kepada KPU Banyuwangi tidak dikorupsi.
Sebelumnya, beredar video viral di media sosial M. Yunus Wahyudi membelikan puluhan dus air mineral saat KPU Banyuwangi melaksanakan rekapitulasi suara tingkat kabupaten di El Royal Hotel Banyuwangi.
Dalam video tersebut, Yunus mempersilahkan aparat kepolisian yang saat itu sedang bertugas melakukan pengamanan dan sejumlah awak media yang sedang melakukan tugas peliputan mengambil air mineral yang dibelinya.
Hal itu dilakukan Yunus, lantaran selama pelaksanaan rekapitulasi suara tingkat kabupaten tersebur, KPU Banyuwangi diduga tidak meyediakan konsumsi sama sekali.(nng)











