BONDOWOSO | Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Dinas Perkebunan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta BPD yang tergabung dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Jawa Timur menggelar “Business Matching Percepatan Akses Keuangan serta Pelatihan, Literasi dan Inklusi (PETIK) Keuangan” kepada 70 Petani Kopi di Bondowoso.
Kegiatan yang dihadiri Perwakilan dari Pemkab Bondowoso, Agung Trihandono itu berlangsung di Hotel Grand Padi Bondowoso, Kamis (14/11/2019).
Kepala OJK KR4 Jatim, Heru Cahyono menyampaikan, kegiatan ini tindak lanjut dari hasil kunjungan dan audiensi yang dilakukan sebelumnya kepada beberapa Kelompok Tani (Poktan) di Bondowoso. Dari hasil kunjungan, Poktan membutuhkan pembiayaan untuk peningkatan kapasitas produksi, pembangunan gudang dan pembelian dryer, sosialisasi mengenai izin ekspor dan pelatihan manajemen operasional.
Sedang Asisten 1 Pemkab Bondowoso, Agung Trihandono, saat ini Bondowoso memiliki lahan perkebunan kopi lebih dari 14 ribu hektar yang tersebar di kawasan Gunung Ijen dan Gunung Raung. Melalui potensi kopi yang dimiliki, Pemkab Bondowoso berupaya meningkatkan kesejahteraan warganya dengan memberikan bantuan pemberian pohon kopi, pelatihan cara penanaman kopi dan pelatihan kepada para petani tentang pengelolaan keuangan. Agar uang hasil panen kopi tidak habis untuk dibelikan barang konsumtif.
Sebagai salah satu komoditas andalan Bondowoso, komoditas Kopi menjadi salah satu sasaran dalam Program Kerja TPAKD Jatim 2019. Komoditas kopi Bondowoso yang telah merambah pangsa pasar internasional, terutama kopi jenis Arabica Java Ijen atau Java Coffee, layak untuk mendapatkan perhatian dari TPAKD.
Menurut data BPS 2017, produksi kopi di Bondowoso mencapai 8.670 Ton pertahun. pruduksi ini merupakan yang terbesar ke-4 di Indonesia setelah Banyuwangi, Jember dan Malang.
Larena itu sebagai bentuk komitmen dalam membantu petani kopi untuk meningkatkan kapasitas produksinya, TPAKD melalui BPD Jatim secara simbolis memberikan kredit pembiayaan kepada Perwakilan Poktan sebesar Rp 200 Juta dan Rp 700 Juta. (hari)











