PASURUAN I bidik.news – Vaksin mandiri yang dilakukan koperasi atau perkumpulan kelompok peternak terhadap sapi yang belum di vaksin Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan dapat meringankan kinerja dari dinas terkait tersebut.
Ini seiring masih merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang sapi baik ternak maupun sapi perah.
Dari data yang berhasil dihimpun dilapangan, ada 453 sapi perah yang telah divaksin, bahkan sejumlah 418 di antaranya telah mendapatkan vaksin booster. Sementara itu, dari 2.148 sapi potong yang telah divaksin, 792 ekor juga telah di-booster.
“Angka ini berdasarkan vaksinasi yang dilakukan sejak awal tahun ini. Tentu menyasar hewan-hewan ternak yang dalam catatan kami belum pernah mendapatkan vaksinasi,” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan Ainur Alfiah.
Selain vaksin yang disediakan dari Kementerian, sebagian sapi perah di bawah naungan koperasi juga sudah diberikan vaksin mandiri.
Inisiatif vaksinasi mandiri ini menunjukkan kesadaran para peternak terhadap pentingnya melindungi ternaknya.
Tercatat, total ada 13.320 sapi, 19 kambing, dan 37 domba yang telah divaksin secara mandiri.
“Kami apresiasi langkah proaktif ini. Dengan harapan bisa mempercepat pemulihan sektor peternakan di Kabupaten Pasuruan dari dampak PMK,” kata Alfiah.
Kabupaten Pasuruan mendapatkan persediaan 7 ribu dosis vaksin PMK. Alfiah menyebutkan, vaksinasi akan terus dilakukan dengan melibatkan tim kesehatan hewan di masing-masing puskeswan.
“Yang jelas, setiap mobilitas hewan ternak juga dalam pengawasan kami. Agar vaksinasi bisa diberikan kepada seluruh hewan ternak,” jelasnya.
Perlu diketahui penyebaran PMK di Kabupaten Pasuruan membuat panik peternak sapi, pasalnya sapi yang tidak sempat di vaksin berakibat kematian. Sedang dampak lebih besar yakni penutupan pasar hewan di semua pasar hewan di Kabupaten Pasuruan. (rusdi))











