PASURUAN I bidik.news – Kekurangan dana untuk program Universal Health Coverage (UHC) yang sempat bergulir beberapa pekan ini, akhirnya teratasi. Hal ini dipastikan setelah ada tambahan Rp 11 miliar dari P-APBD 2023 untuk men-sport UHC tersebut. Pemkab Pasuruan ternyata “hanya” butuh tambahan Rp 11 miliar untuk mencukupi kebutuhan dana hingga akhir 2023.
Hal tersebut diungkapkan anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Tri Laksono Adi seusai paripurna pengesahan APBD Perubahan 2023. Menurutnya, anggaran UHC yang semula disiapkan Rp 152 miliar, belum habis sepenuhnya.
Karena kenyataannya, hanya Rp 104 miliar dana yang tersedot untuk UHC hingga Agustus 2023. Dengan begitu, masih ada sisa Rp 48 miliar. Dengan ketersediaan dana itulah, ia meyakinkan kalau program UHC masih aman. Serta, tidak membutuhkan tambahan yang signifikan.
“Sebelumnya kan disebut-sebut sudah habis di Agustus. Sehingga, kami berasumsi butuh tambahan hingga puluhan miliar. Tapi dalam hearing yang kami lakukan untuk pembahasan APBD Perubahan 2023, ternyata ketersediaan dana masih memadai,” ujarnya.
Politisi dari Fraksi Golkar ini mengakui, kebutuhan dana UHC memang fluktuatif. Tapi, jika dirata-rata, kebutuhan untuk pembiayaan kesehatan masyarakat Kabupaten Pasuruan dengan UHC, sekitar Rp 13 miliar. Bukan sebesar kisaran Rp 19 miliar seperti yang diperkirakan sebelumnya. “Memang kebutuhannya fluktuatif,” Imbuhnya.
Dengan dana yang tersisa itu, pemenuhan UHC hanya cukup untuk meng-cover sekitar 3 bulan. Sehingga, butuh tambahan untuk menopang hingga Desember 2023
Hal senada disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Shobih Asrori. Gus Shobih sapaannya menegaskan, kalau penambahan untuk UHC sudah disepakati.
Besarannya, tidak sampai puluhan miliar. Melainkan dikisaran Rp 11 miliar. “Sudah disepakati bersama, kalau kebutuhan tambahan anggarannya sekitar Rp 11 miliar,” jelas pria paling lama menjadi legislatif di Kabupaten Pasuruan.
Sekda Kabupaten Pasuruan Yudha Tri Widya Sasongko menegaskan, layanan untuk UHC dipastikan aman. Ia memang tak menyebutkan tambahan anggarannya, namun Yudha meyakinkan, ketersediaan anggaran memadai untuk menunjang program tersebut.
Hal ini diamini Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan, dr Ani Latifah. Perempuan kalem ini memastikan tambahan Rp 11 miliar untuk UHC ini sudah bisa men-cover hingga akhir tahun 2023 nanti.
“Jadi tambahan ini sangat berarti untuk UHC itu sendiri,” tegasnya. (rusdi)





