JEMBER|BIDIK NEWS – kegiatan lokakarnya yang di selenggarakan di Hotel Dafam Lotus Jember pada Sabtu 24/08/2019 dalam Rangka Optimalisasi Peran Penakib Jember dalam upaya penurunan kematian Ibu dan bayi baru lahir di Kabupaten Jember di respon baik oleh Bupati Jember dr. Hj Faida MMR.
Acara yang di hadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan yang mewakili, Tim Penurunan Angka Kematian Ibu Dan Bayi (PENAKIB) Jatim,para nara sumber,kepala Rumah sakit dan Bidan Kabupaten Jember
Acara yang di awali dengan sambutan oleh Kepala dinas kesehatan Provinsi Jawa Timur yang diwakili oleh dr. Sulvy Anggraini ini dilanjutkan dengan paparan oleh Ketua Tim Penakib Jawa Timur dr. Hud Suhargono, Sp. OG.
Selama 30 menit Lebih dr. Hud menyampaikan paparan seputar penanganan persoalan kematian Ibu dan Bayi serta menunjukkan beberapa keberhasilan program yang dijalankan di beberapa Kabupaten Kota di Jawa Timur.
Bupati yang di duduk di kursi paling depan sangat serius mengikuti menit permenit setiap apa saja yang di sampaikan oleh dr. Hud yang merupakan sahabat Bupati saat di bangku kuliah.
Bupati Jember yang merupaka sosok penting dalam lokakarya ini berkesempatan meberikan sambutan sekaligus menyapa seluruh tamu yang hadir dalam kesempatan pagi tersebut.
Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran para tamu undangan, dan selamat atas terselenggaranya kegiatan lokakarya pagi ini.
Kalau merujuk kepada apa yang disampaikan oleh dr.Hud terkait angka kamatian Ibu dan Bayi tidak cukup dimaknai dalam peningkatan indek angka kematian. Tetapi peningkatan kualitas manusia di Jember.
“Ini soal hak hidup masing-masing orang di Jember,hak untuk selamat ketika hamil dan melahirkan. Hak bayi untuk selamat kitika baru lahir di dunia,” terang Bupati
Ini menjadi konsen kita, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Jember telah memperbaiki pola program dan kegiatan pendampingan yang melibatkan lintas sektor untuk mendampingi proses kehamilan dan persalinan.
“Ini yang akan kita perbaiki,bukan ketika ada masalah setelah hamil dan melahirkan,” terannya.
Anggaran tidak lagi menjadi alasan sebagai sebuah hambatan,oleh itu seluruh ibu hamil di Jember berhak mendapatkan BPJS Kesehatan dari pemerintah dan bagi tenaga Progesional yang mendampingi ibu hami hingga ke rumah sakit rujukan juga ada anggaranya. (Monas)











