JAKARTA — Pada perayaan Hari Teh Internasional tahun ini, Dewan Teh Indonesia (DTI) bersama Krista Exhibitions menggelar Webinar bertema “Mari Minum Teh Asli Indonesia Yang Lebih Menyehatkan”, Jumat (21/5/2021).
Hadir sebagai narasumber Dr. Rohay Suprihatini Ahli Peneliti Utama di PT Riset Perkebunan Nusantara, Dr. Ir Rachmad Gunadi, M.Si Ketua Umum DTI dan Prof. Dr. Irmanida Batubara Ka. Pusat Studi Biofarmaka Tropika LPPM IPB.
CEO Krista Exhibitions, Christina Sudjie mengatakan, webinar ini untuk mengajak masyarakat mencintai teh yang juga menjadi bagian dari budaya Indonesia. Dan juga mempromosikan teh asli Indonesia yang tentunya mempunyai kualitas dan khasiat untuk kesehatan yang tak kalah dengan teh dari negara lain.
Dulunya, Hari Teh Sedunia diperingati setiap15 Desember. Namun per 2019, Hari Teh Internasional berubah menjadi 21 Mei setiap tahunnya. Ada alasan mengapa Hari Teh Sedunia diganti tanggalnya oleh PBB.
Perubahan hari teh ini dikarenakan, beberapa negara di dunia dengan iklim sub tropis mulai memproduksi teh pada penghujung Mei hingga awal Juni.
“Pada 2021 ini kedua kalinya kita merayakan Hari Teh Internasional, awalnya memang 15 Desember tapi kemudian diubah pada 2019 menjadi setiap 21 Mei, karena pada bulan ini banyak negara mulai memproduksi teh,” kata Rachmad Gunadi.
Rachmad mengatakan, Indonesia merupakan produsen teh ke-7 dengan produksi tertinggi di dunia. Namun sayangnya, teh asal Indonesia tak banyak mendapat hati di dalam negeri. Popularitas teh semakin surut jika dibanding dengan tren kopi yang menjamur.
Padahal ada banyak manfaat minum teh. Teh asal Indonesia juga terbukti lebih menyehatkan dibanding teh manapun di luar negeri. Katanya, kandungan antioksidan teh yang ditanam di Indonesia punya kandungan minimal 13%, sementara pada teh impor hanya 6-10%.
Prof. Irmanida Batubara menambahkan, kandungan antioksidan dalam teh punya banyak khasiat untuk kesehatan. Dintaranya membantu mengatur kadar gula darah, menyeimbangkan ritme jantung, bahkan mencegah penuaan dini.
“Teh asal Indonesia itu kandungan antioksidannya paling tinggi, minimalnya saja 13%. Kalau kami bagi berdasarkan kandungannya, ada banyak manfaat minum teh. Karena mengandung antioksidan tinggi yang bisa mencegah kanker, kandungan dalam teh juga mengatur kadar gula darah, kemudian ada senyawa polifenol yang membantu mencegah keriput,” kata Irma.
Teh memang memiliki segudang manfaat bagi kesehatan. Mau teh hitam, teh hijau, tehoolong, atau bahkan teh melati, khasiatnya untuk kesehatan tidak main-main. Anda penderita asam lambung juga diimbau tak takut mengkonsumsi teh. Sebabnya, kandungan dalam teh sejatinya tidak menjadi trigger asam lambung, berbeda dengan kopi.
Justru minum teh baik untuk kesehatan pencernaan. Irma menjelaskan, kandungan polifenol dalam teh bisa membantu menyeimbangkan mikroba bakteri dalam usus. Manfaatnya, penyerapan nutrisi menjadi maksimal serta kesehatan sistem pencernaan terjamin.
“Saat mengonsumsi teh yang mengandung polifenol, populasi mikroba di usus terjaga, sehingga kalau mikrobiotanya baik akan menghambat pertumbuhan bakteri jahat di usus,” ucapnya.
Minum teh tak hanya nikmat dan menyehatkan, tapi juga membantu menjaga lingkungan. Rohayati Suprihatini mengatakan, perkebunan teh punya dampak baik untuk lingkungan. Pasalnya, perkebunan teh dapat mencegah daerah dari bencana banjir dan tanah longsor.
“Kalau dilihat lagi, 1 hektar kebun teh itu punya 13.000-15.000 pohon teh, dia tumbuh padat dan membantu mencegah banjir dan longsor. Jadi manfaatnya gak main-main untuk lingkungan,” ujarnya.
Meminum teh asli Indonesia berarti ikut membantu produksi teh di dalam negeri. Semakin banyak orang minum teh, maka permintaan teh akan meningkat, secara langsung perkebunan teh juga akan bertambah.
“Kebiasaan minum teh kalau gak digencarkan lagi oleh kaum muda-muda, bisa-bisa di 2050 ‘ngeteh’ cuman jadi sejarah di Indonesia,” pungkasnya.









