GRESIK. Meski beda partai politik yang mengusung hingga duduk di kursi legislatif, namun ketika melakukan sosialisasi UU didapil yang sama, beberapa peserta kadang melempar joke, sehingga pertemuan menjadi cair dan penuh canda tawa, demikian disampaikan anggota DPRD Gresik H Didik Widodo, seusai melakukan sosialisasi Perda, di wil Kec Gresik. Minggu (25/4).
” Hari ini, saya bersama bapak Markasim Halim Widianto menjadi nara sumber dalam sosialisasi perundangan, yaitu Perda Kabupaten Gresik, dan nara sumbernya mesti dari 2 anggota DPRD, ” jelas Didik.
Lebih lanjut dikatakan, terkait Perda 18 tahun 2020 tentang macam penyakit menular, antara lain : difteri, pertusis, tetanus, polio, campak, typoid, kolera, rubela, influensa, meningitis, tubercolusis, hepatitis, akibat preumokokus, akibat rotavirus, HPV, MERS Cov, infeksi saluran percernaan, infeksi menular seksual, HIV, infeksi saluran pernafasan, kusta, frambusia, Covid 19, diare.
” Budaya hidup sehat, makan sehat 5 sempurna, olah raga teratur, istirahat cukup,tidak memikir diluar jangkauan,
setia pada pasangan, dan takut dosa,” terang Didik.
Ketika saat tanya jawab dan audience menanyakan dampak pandemi berkepanjangan, pekerja pabrik banyak di rumahkan, dan ada sebagian orang yang menempuh jalan pintas .
Markasim Halim Widianto yang mendapat pertanyaan menjawab diplomatis, ” Bapak, ibu sudah tahu dan sudah faham jawabannya, pesan saya pada semua yang hadir untuk mensukseskan pak Didik terpilih lagi,” jawab Markasim yang disambut tepuk tangan meriah.
H Didik Widodo berasal dari Partai Ananat Nasional, sedangkan Markasim Halim Widianto dari Partai Grerindra, daerah pilihan Kecamatan Gresik, dan Kebomas. ( ali )











