JAKARTA I bidik.news – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mencatatkan kinerja positif sepanjang semester I 2026. Perusahaan membukukan pertumbuhan volume penjualan, pendapatan, EBITDA, hingga laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi semester I 2026 yang telah melalui limited review, SIG mencatat volume penjualan sebanyak 18,28 juta ton, naik 5,6 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 17,31 juta ton.
Dari kinerja tersebut, SIG membukukan pendapatan Rp17,65 triliun, meningkat 13,1 persen yoy dari Rp15,61 triliun. Sementara EBITDA tercatat Rp2,15 triliun atau tumbuh 2,6 persen yoy.
Adapun laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp228 miliar, melonjak 471 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan pertumbuhan penjualan terutama didorong peningkatan permintaan semen nasional dan penguatan strategi penjualan di pasar domestik.
“ Kinerja penjualan yang positif pada semester I tahun 2026 adalah buah transformasi strategi penjualan pasar mikro yang dijalankan melalui penguatan retail sales dengan mempertajam pola bisnis hingga menjangkau toko-toko bangunan,” kata Vita, dalam keterangan tertulis, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, penjualan domestik SIG meningkat 9,7 persen yoy, dengan kontribusi utama berasal dari segmen semen kantong yang tumbuh 11,2 persen yoy.
SIG juga memperkuat kehadiran merek dan pemahaman produk di tingkat toko untuk meningkatkan loyalitas konsumen. Selain itu, melalui program Akademi Jago Bangunan, perusahaan memberikan pelatihan dan sertifikasi bagi tenaga konstruksi.
Efisiensi dan Penguatan Keuangan
Di tengah peningkatan volume penjualan, SIG tetap menerapkan efisiensi dan disiplin harga. Beban pokok pendapatan tercatat Rp13,85 triliun atau meningkat 11,1 persen yoy.
Kenaikan tersebut sejalan dengan pertumbuhan volume penjualan serta meningkatnya biaya bahan bakar dan energi. Sementara beban operasional, termasuk pendapatan dan beban operasional lainnya, meningkat 20,7 persen yoy, terutama dipengaruhi kenaikan biaya promosi dan distribusi.
Dari sisi keuangan, SIG terus memperkuat pengelolaan arus kas dan permodalan untuk menjaga likuiditas serta solvabilitas perusahaan.
Upaya tersebut membuat arus kas dari aktivitas operasi tetap positif sekaligus mendukung penurunan saldo utang. Dampaknya, beban keuangan bersih semester I 2026 turun 34,5 persen yoy seiring berkurangnya utang berbunga.
Vita mengatakan capaian tersebut menunjukkan ketahanan SIG dalam menghadapi dinamika industri melalui strategi transformasi yang terus dijalankan.
Optimistis Semester II
Memasuki semester II 2026, SIG melihat prospek penjualan masih positif seiring membaiknya permintaan semen domestik.
Pertumbuhan diperkirakan tetap ditopang segmen semen kantong. Sementara itu, permintaan semen curah mulai menunjukkan pemulihan seiring meningkatnya aktivitas konstruksi, pembangunan infrastruktur, investasi industri, dan hilirisasi.
Untuk memperkuat pasar, SIG juga kembali menghadirkan Semen Kujang yang memiliki kedekatan dengan masyarakat Jawa Barat dan telah menjadi bagian dari pembangunan di wilayah tersebut.
“Kehadiran kembali Semen Kujang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan konstruksi sekaligus memperkuat posisi SIG melalui pendekatan brand yang lebih dekat dengan karakteristik dan potensi pasar Jawa Barat,” ujar Vita.
Selain mengembangkan bisnis semen sebagai bisnis inti, transformasi SIG juga diarahkan untuk memperkuat posisi perusahaan sebagai Total Building Solution.
SIG kini mengembangkan berbagai produk turunan yang inovatif dan berkelanjutan untuk menjawab kebutuhan konstruksi modern. Langkah tersebut dilakukan untuk menangkap peluang industri bahan bangunan Indonesia yang dinilai masih sangat besar.
Vita menjelaskan, industri semen saat ini baru berkontribusi sekitar 11 persen dari total biaya material konstruksi bangunan. Artinya, masih terdapat sekitar 89 persen potensi dari material bangunan lainnya yang dapat dikembangkan.
“Dengan pengalaman satu abad lebih di industri bahan bangunan, SIG berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dan solusi konstruksi terintegrasi agar lebih berdaya saing dan mampu mengatasi dinamika industri yang menantang,” pungkas Vita.











