PASURUAN I bidik.news – Banyaknya sekolah rusak khususnya sekolah dasar yang mencapai 30 persen di Kabupaten Pasuruan membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) setempat ekstra waspada yakni dengan meningkatkan keamanan baik fisik maupun lainnya.
Semisal robohnya teras SDN Kalisat 1 Rembang, menjadi alarm bagi Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk semakin waspada apalagi saat ini cuaca juga ekstrem sulit diprediksi.
Penjabat Bupati Pasuruan, Nurkholis, meminta seluruh kepala sekolah untuk segera mengecek kondisi bangunan sekolahnya.
Pasalnya, musim hujan yang sedang berlangsung, meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.
“Jangan sampai ada kejadian serupa terulang. Kepala sekolah harus proaktif dalam mengantisipasi potensi bahaya. Terutama terkait kondisi bangunan sekolah,” tegas Nurkholis
Ia menekankan pentingnya mitigasi ubencana di lingkungan sekolah. Pengecekan atap, dinding dan fondasi bangunan perlu dilakukan secara berkala. Pastikan tidak ada kerusakan yang membahayakan siswa dan guru.
Kondisi bangunan yang sudah tidak layak, menurut dia, harus segera dilaporkan.
Sehingga, kegiatan belajar mengajar untuk sementara, bisa dialihkan ke gedung lain dalam situasi darurat. Paling tidak, untuk menghindari kejadian yang tidak diharapkan.
Selain kondisi bangunan, Nurkholis juga mengingatkan para kepala sekolah, untuk meningkatkan pengawasan terhadap siswa.
Terutama saat kegiatan belajar mengajar. Hal itu menyusul beberapa musibah yang menimpa anak-anak, dikarenakan terseret arus di lingkungan tempat tinggalnya.
“Cuaca ekstrem bisa memicu berbagai bencana. Kita harus pastikan keselamatan siswa, selama berada di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Sementara Tri Agus Budiharto Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan akan bekerja keras untuk membenahi dan merehab sekolah yang rusak.
“Kedepan ini tim akan meninvetarisasi sekolah-sekolah yang perlu diperbaiki,” tegasnya. (rusdi)











