Aksi mahasiswa saat berorasi di depan kantor DPRD Banyuwangi. ( foto : ist )
BANYUWANGI – Semakin melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Banyuwangi menggelar aksi keprihatinan, Jum’at (21/09).
Aksi tersebut diawali dengan Long March dari depan Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Banyuwangi menuju Kantor Bupati Banyuwangi.
Didepan Kantor Bupati, massa melakukan orasi dan dilanjutkan didepan Kantor DPRD Banyuwangi. Di kantor wakil rakyat tersebut, massa diterima oleh Ketua Badan Pembuat Peraturan Daerah (Bapemperda) Ruliyono, bersama Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Syamsul Arifin.
Di ruang Rapat Khusus DPRD, beberapa perwakilan Mahasiswa tersebut menyampaikan keprihatinannya terkait harga dollar yang semakin melemah. Mereka meminta DPRD Banyuwangi memberikan solusi agar melemahnya nilai tukar rupiah tidak berdampak pada sektor perekonomian di Banyuwangi.
“Kita berharap melemahnya rupiah tidak berdampak di daerah, khususnya Banyuwangi, karena kasihan UMKM. Kita ingin selalu ada peningkatan sumberdaya manusia dan UMKM” ujar Ketua HMI Cabang Banyuwangi, Ahmad Rofiudin.
Menurutnya, Pemerintah harus bertanggungjawab atas melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar yang saat ini telah menembus angka Rp.14.839.
Sementara, perwakilan DPRD Kabupaten Banyuwangi Ruliyono bertekad menampung aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa. Pihaknya mengucapkan terimakasih atas kritik dan kepedulian mahasiswa untuk masyarakat Banyuwangi.
“Terimakasih adik adik atas aspirasinya, kami sangat apresiasi dan akan kami sampaikan nanti ke Ketua DPRD,” ucap Ruliyono.
Selain menyampaikan aspirasi terkait melemahnya rupiah terhadap dolar, HMI Cabang Banyuwangi juga mengeluhkan terkait kegiatan Banyuwangi Festival yang dinilai berlebihan. Karena imbasnya, APBD Banyuwangi saat ini mengalami defisit anggaran, penyebabnya pengeluaran lebih besar dari pada pendapatan.(nng)











