BIDIK NEWS | BANYUWANGI – Ratusan kader dan simpatisan DPD Partai Golkar Banyuwangi yang mengatasnamakan Gerakan Penyelamat Partai Golkar (GPPG) Banyuwangi nglurug Kantor DPD Partai Golkar di Jalan Adi Sucipto, Senin (05/03).
Mereka mendesak Ketua DPD Partai Golkar Banyuwangi, Ruliyono agar tidak arogan dalam mengambil kebijakan, memutuskan sepihak dengan mereposisi beberapa jabatan di internal DPD Partai Golkar.
Dalam orasinya, mereka menuntut agar Ruliyono turun dari jabatannya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Banyuwangi.
Koordinator aksi, Samsudin mengungkapkan, pihaknya ingin agar Ruliyono membatalkan niatnya mencopot Sahlan sebagai Sekretaris Partai Golkar, dan dan tidak mengganti Ismoko dari jabatan Wakil Ketua DPRD Banyuwangi.
Menurut Pengurus Kecamatan (PK) Dapil IV ini, pihaknya ingin mempertahankan Ismoko, karena selama ini di konstituen bagus, dan dalam menjalankan tugas juga disiplin.
“Kalau Ismoko dicopot, efeknya nanti akan mempengaruhi suara partai Golkar dan perolehannya akan merosot, itu bisa dibuktikan nanti,” kata Samsudin.
Demikian juga dengan Sahlan, selama ini orangnya baik tiba-tiba mau diganti sebagai sekertaris.
Kedua orang ini sangatlah berpengaruh bagi Partai Golkar. Karena konstituen keduanya mencapai 15 ribu orang.
“Jika Sahlan dan Ismoko diganti, maka Ruliyono juga harus turun dari jabatannya, karena Ruliyono dianggap tidak bisa mengayomi warganya, dan jadi pemimpin yang otoriter. Kita hanya ingin Partai Golkar ini menjadi besar,” pungkasnya.(nng/swr)
Teks : Samsudi saat orasi di depan kantor DPD Partai Golkar Banyuwangi. (foto:ist)











