Mahasiswa saat melakukan demontrasi ke DPRD Kabupaten Bangkalan. (Foto:ist)
BANGKALAN – Ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangkalan mulai bergerak untuk melakukan aksi demo . Aksi demo yang digelar di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Selasa (18/09) siang.
Aksi tersebut dilakukan, karena mereka menilai kebijakan dari kepemimpinan Presiden Jokowi-JK tidak pro terhadap rakyat, bahkan mengancam keutuhan NKRI, “Maka dari itu kami meminta agar tuntutan kita disampaikan kepada Presiden, yaitu stabilkan perekonomian Indonesia, melemahnya tukar rupiah terhadap dolar, tingginya Impor serta menggugat kebijakan terkait berkembangnya TKA di Indonesia,” tegas korlap aksi Yasir Arafat di sela-sela aksinya.
Pihaknya juga menuding pemerintah gagal dalam melaksanakan amanat UUD 1945 terkait jaminan pekerjaan bagi rakyatnya, “Disatu sisi angka penggangguran kian meningkat, pada sisi lain pemerintah malah melegalkan tenaga kerja asing (TKA-Red) untuk bekerja di Indonesia tanpa mengutamakan tenaga kerja pribumi sendiri,” katanya.
Lanjut dia, pemerintahan saat ini dinilai melakukan pembiaran terhadap segala bentuk aksi yang dinilai bakal mengancam perpecahan kesatuan bangsa. “Kami melihat keberadaan pemerintah sekarang kecenderungannya terus mengiyakan status quo untuk melawan oposisi. Bahkan menjadikan agama sebagai komoditas politik,” pungkasnya. (Clis)











