PASURUAN | bidik.news – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangil terus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Terbaru, rumah sakit ini menghadirkan layanan khusus Ortopaedi SPINE untuk menangani berbagai keluhan dan gangguan pada tulang belakang.
Layanan yang digawangi oleh dr. Hamzah, Sp.OT, Spesialis Ortopedi RSUD Bangil ini telah melayani puluhan pasien setiap hari pada jam kerja. Menurutnya, layanan ini dikhususkan bagi pasien dengan keluhan seperti low back pain (nyeri punggung bawah), neck pain (nyeri leher), cervical radiculopathy, scoliosis, fracture vertebrae (patah tulang belakang), kelemahan berjalan, hingga gangguan saraf pada tangan dan kaki akibat masalah tulang belakang.
Baca juga: RSUD Bangil Ditempati Praktik Klinik Rekam Medis mahasiswa D-IV STIKES Arrahma Mandiri Indonesia
Edukasi Pentingnya Deteksi Dini
Dr. Hamzah mengungkapkan bahwa masih banyak pasien datang dalam kondisi terlambat karena mengabaikan gejala awal nyeri tulang belakang.
“Banyak yang berobat setelah lama menahan nyeri atau menggunakan metode pengobatan yang tidak tepat. Bahkan ada yang datang dengan kelumpuhan pada kaki atau kesulitan buang air kecil,” jelasnya, Kamis (31/7/2025).
Ia menekankan bahwa tulang belakang merupakan struktur vital tubuh, sehingga gangguan sekecil apa pun perlu segera diperiksakan ke tenaga medis.
Tahapan Penanganan Pasien Tulang Belakang
RSUD Bangil menerapkan tiga tahapan pengobatan pasien dengan keluhan tulang belakang:
-
Terapi Konservatif (Tanpa Operasi)
Pasien diberikan obat-obatan, fisioterapi, edukasi posisi berbaring yang benar, mekanika tubuh yang tepat, dan pola makan sehat.
-
Spinal Intervention (Intervensi Tulang Belakang)
Dilakukan jika terapi konservatif tidak efektif, menggunakan metode penyuntikan obat, blok saraf, atau radiofrekuensi pada titik nyeri.
-
Spinal Surgery (Operasi Tulang Belakang)
Merupakan opsi terakhir dengan tiga metode, yaitu:
-
Minimal Invasive Surgery: Teknik pembedahan dengan sayatan kecil dan peralatan khusus.
-
Endoscopic Spine Surgery: Menggunakan alat berkamera yang dimasukkan ke tubuh pasien.
-
Open Surgery: Operasi bedah tradisional dengan sayatan lebih besar untuk akses organ bermasalah.
-
Layanan Sudah Dapat BPJS, MRI Masih Biaya Mandiri
Humas RSUD Bangil, M. Hayat, menambahkan bahwa layanan Ortopaedi SPINE kini telah ditanggung BPJS, dengan jumlah pasien mencapai lebih dari 50 orang per hari. Namun, pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) masih belum tercakup BPJS dan sementara ini memerlukan biaya mandiri.
“Untuk layanan spine sudah termasuk BPJS, tetapi MRI masih dalam proses pengajuan agar tercover,” jelasnya.
Kehadiran layanan Ortopaedi SPINE di RSUD Bangil diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat untuk berbagai keluhan tulang belakang, sehingga mengurangi risiko komplikasi serius di kemudian hari.












