SURABAYA | BIDIK.NEWS – Banyaknya kasus pasien sakit yang menggunakan kartu BPJS harus pulang sebelum sembuh karena keterbatasan kuota menjadi sorotan tajam bagi Ketua Kesehatan Indonesia Raya ( Kesira ) Jatim Dr .Benjamin Kristianto, MARS.
Menurut nya seharusnya BPJS kesehatan itu bukan mencari murni keuntungan saja tetapi harus berusaha memenuhi kebutuhan pasien hingga mendapatkan kesembuhan secara utuh.
” Yang sering terjadi saat ini BPJS Kesehatan hanya mengcover pasien 3 – 4 hari saja meskipun kondisi pasien belum benar- benar sembuh . Karena BPJS Kesehatan takut anggarannya jebol , ” tegas dr.Ben sapaan akrab dr.Benjamin Kristianto, MARS pada Jum’at ( 13/1/2023 ).
Anggota Komisi E DPRD Jatim bidang Kesehatan ini menjelaskan bahwa masyarakat ingin kebutuhan kesehatannya di layani hingga tuntas , namun di sisi lain BPJS Kesehatan tidak ingin anggaran yang dimiliki jebol atau tekor.
Dalam hal ini Pemerintah harus menjalankan aturan bahwa Segala fakir miskin dan anak- anak terlantar adalah tanggung jawab negara.
” Saya jelaskan BPJS Kesehatan tidak boleh mengejar provit nya saja tetapi pelayanan yang bagus harus menjadi kualitas pelayanan,” terang Dr.Ben.
Politisi asal Fraksi Partai Gerindra DPRD Jatim ini menegaskan jika anggaran BPJS Kesehatan jebol , direktur sebuah rumah sakit tidak bisa di salahkan tetapi pemerintah harus menutupi anggaran tersebut karena hukumnya wajib, sehingga BPJS Kesehatan itu dalam melaksanakan tugasnya tidak ada beban.
” BPJS Kesehatan harus mencover pasien yang sakit hingga sembuh tuntas meskipun pasien di rawat sampai 10 hari atau 1 bulan bahkan 2 bulan .Ini tanggung jawab rumah sakit dengan berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan,” tegasnya.
Masyarakat hanya menjalankan tugasnya yakni membayar iurannya dan yang tidak mampu di bayar oleh negara .Harus ada subsidi silang bagi pasien karena banyak masyarakat yang sudah membayar iuran BPJS Kesehatan tiap bulannya.
” Contoh jika si A mengalami sakit tapi si B tidak mengalami sakit maka biaya pengobatan dari si A tadi bisa diambil anggarannya dari si B yang tidak mengalami sakit.itu yang dinamakan subsidi silang , ” terang pemilik RS.Sheila Medika Sidoarjo.
Politisi asal besutan Prabowo Subianto Capres 2024 memaparkan jika dari subsidi silang tersebut BPJS kesehatan masih jebol juga , maka negara harus menutupi atau menanggung kejebolan tersebut , sehingga dengan begitu BPJS Kesehatan hanya fokus melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sebaik mungkin tanpa membatasi waktu.BPJS hanya memotivasi kepada warga negara Indonesia untuk memenuhi kewajibannya membayar iuran baik itu mandiri ataupun di bayar perusahaanya .
” DPRD Jatim meminta DPR Pusat agar menekan Pemerintah pusat supaya ada anggaran untuk subsidi BPJS Kesehatan .masak meminda Ibukota Jakarta aja bisa tetapi anggaran untuk kesehatan aja tidak bisa. kalau bisa DPR Pusat jangan hanya mengusulkan saja tetapi harus juga menyiapkan anggaran . Sehingga tidak ada lagi pelayanan pasien dilayani terbatas. BPJS kesehatan harus mengcover pasien hingga sembuh , ” Pungkas dr.Ben asal Dapil Sidoarjo. ( Rofik )











