PASURUAN I bidik.news – Tahun ini Kabupaten Pasuruan akan membangun program Jamban sehat (jamhat) sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang selama ini masih buang hajat besar sembarangan. Ribuan Jamhat akan dibangun tepatnya sebanyak 1.200 jamban yang tersebar di berbagai kecamatan.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pasuruan Eko Bagus Wicaksono mengatakan, pada tahap awal, sebanyak 600 unit akan dibangun, dan seluruhnya hampir diselesaikan.
Sedangkan 600 unit lainnya akan masuk tahap kedua. Dimana untuk pelaksanaannya masih menunggu dropping material.
“Kalau untuk pelaksanaannya tidak sekaligus. Tapi kami jalankan menjadi dua tahap,” jelas Eko sapaan akrabnya, Selasa siang (05/09/2023).
Seperti diketahui, ribuan unit jamban akan direalisasikan pembangunannya hingga akhir tahun ini.
Total anggaran yang digelontorkan untuk membangun 1200 jamban sehat mencapai Rp 3 milyar. Anggaran tersebut berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2023.
Hanya saja, pembangunan jamban sehat tersebut juga berkolaborasi dengan pemerintah desa. Dalam artian Pemkab Pasuruan yang menyiapkan material. Sementara pemerintah desa yang menyiapkan tenaga.
“Kalau total anggaran yang digulirkan mencapai Rp 3 miliar. Satu unitnya, menyedot dana Rp 2,5 juta. Ini berkolaborasi dengan Pemdes supaya menyiapkan tenaga yang akan membantu membangun jamban sehat,” Imbuh Eko.
Adanya program pembangunan jamban sehat, Pemkab Pasuruan menurut Eko berharap setiap keluarga dapat memiliki jamban keluarga yang bersih dan sehat guna menunjang kegiatan kebersihan lingkungan keluarga.
“Sehingga dapat menghindarkan mereka dari penyakit akibat lingkungan yang buruk dari kacamata pandang kesehatan,” ucapnya.
Pantauan dilapangan selama ini masih banyak masyarakat yang buang hajat besar sembarangan. Semisal di ladang, kebun ataupun di aliran air sungai.
“Jamhat ini nanti yang akan memberikan rasa malu kepada masyarakat yang selama ini buang hajat besar sembarangan,” ungkap pria asli Pasuruan ini. (rusdi)











