PASURUAN I bidik.news – Jumlah perbaikan dan pembangunan rumah tak layak huni (RTLH) tahun depan, bakal menyusut sekitar 50 persen. Penyusutan itu terjadi, seiring dengan besaran anggaran yang berkurang untuk pembangunannya.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Pasuruan, Eko Bagus Wicaksono saat ditemui di. Kantornya, Selasa (06/12/2023) siang mengatakan, tahun ini, ada sebanyak 1.130 unit RTLH yang akan dan telah dibenahi. Anggaran Rp 17 miliar, dialokasikan untuk perbaikannya.
“Prosesnya masih berjalan. Sebagian besar, rumah yang masuk program rehab tahun ini, sudah dibangun,” jelasnya.
Ia menambahkan, jumlah tersebut, bakal menyusut tahun depan.
Hal ini, karena anggaran untuk pembangunan RTLH tersebut yang menurun. Karena, banyak program daerah yang lebih prioritas untuk dilaksanakan tahun depan.
Dari catatannya, hanya sekitar 560 unit RTLH yang akan dibangun pada 2024 mendatang. Di mana, satu unitnya, dialokasikan Rp 15 juta. Dengan besaran tersebut, total anggaran yang dialokasikan, mencapai Rp 8,4 miliar.
“Anggarannya bersumber dari DAU APBD 2024,” imbuh Eko sapaan
akrabnya.
Eko menambahkan walau tahun depan hanya 560 unit RTLH yang mendapat pembangunan karena keterbatasan anggaran. Tapi RTLH di Kabupaten Pasuruan saat ini juga sudah banyak menyusut.
“Intinya program RTLH di Kabupaten Pasuruan ini sudah banyak merehab dan membangun rumah yang tidak layak huni menjadi layak sehingga saat ini RTLH berkurangnya semakin banyak,” tegas pria asli Pasuruan ini. (rusdi)











