JEMBER – Upaya Pemerintah Kabupaten Jember mencegah terjadinya klaster baru covid-19 dilingkungan pesantren tidak hanya sebuah wacana, pelayanan rapid test gratis yang di jangka mencapai 50 ribu orang satri kini terus bergulir.Jum’at 12 Juni 2020
Sejak program pemberian rapid test kepada santri ini diumumkan sebanyak 7.233 satri sudah jalani rapid test.
Berdasarkan data yang ada sejak tanggal 06 Juni 2020 pelayanan rapid test secara gratis ini dilaksanakan kepada santri PP Bustanul Ulum Bulugading Bangsalsari, sebanyak 37 santri dari 144 santri menjalani rapid test.
Pada hari yang bersamaan, ada dua Pondok Pesantren di Kecamatan Tanggul dan Jenggawah turut menjalani rapid test. Pemeriksaan terus dilakukan kepada satri di sejumlah Pondok Pesantren oleh petugas Puskesmas setempat.
Pemeriksaan kesehatan (Rapid Test) ini tidak hanya untuk santri yang bermukim di Kabupaten Jember, para santri yang bermukim di luar Jember turut mendapatkan layanan rapid test gratis dari Pemerintah Kabupaten Jember.
Seperti halya 117 santri PP Annugoyah Sumenep Madura, para santri asal Jember Jember ini menjalani rapid test sebelum kembali ke Pondoknya.
Kegiatan rapid test para santri Annugoyah ini mendapat pantauan langsung Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief yang merupakan alumni pondok pesantren tersebut, sekaligus melepas keberangkatan para santri yang menggunakan bus gratis dari Pemkab Jember.
” Pemeriksaan kesehatan ini merupakan suatu keharusan dalam protokol kesehatan transisi pesatren aman. Alhamdulillah semua dinyatakan non reaktif,” jelas Wabup usai lakukan pemberangkatan.
Gugus tugas menyediakan 50 ribu rapid test gratis untuk para santri, sampai hari ini sedukitnya 7.233 orang santri dan pengurus pondok pesantren telah menjalani rapid test, dengan rincian, 6.902 dari kalangan santri, 318 pengurus pondok dan 13 orang panitia.
Masih Wabup, rapid test untuk santri Annuqayah ini baru kloter pertama yang terdiri dari para kalangan mahasiswa, dan para santri ini dibekali vitamin untuk kebutuhan satu bulan, alat sholat dan juga masker.
Wabup kembali menekankan agar para santri konsisten melaksanakan pola hidup bersih, sehat, serta mejalankan protokol kesehatan. Senantiasa cuci tangan dengan air yang mengalir dan sabun, menggunakan masker, jaga jarak serta menghindari kerumunan.
Sementara itu, Ketua panitia pelaksana rapid test, Muhammad Taufiq menyampaikan, pelaksanaan rapid test dilaksanakan setelah ada pengajuan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember.
“Sesuai data yang ada, santri 117 ini terdiri dari 49 satri putri dan sisanya adalah santri putra,” tuturnya.
Lisa Andriani salah satu santri yang mengikuti rapid test di kesempatan tersebut mengaku lega karna ada penanganan khusus saat mau kembali ke pondok.
Sebagai santri kami sangat lega sekali sudah menjalani rapid test, walau harus diakui agak sedikit grogi karna baru pertama kali melakukan rapid test.
” syukur Alhamdulillah hasilnya non reaktif semua, semoga tidak kami saja, seluruh santri baik yang bermukim di Jember maupun santri yang bermukim di luar Jember semuanya sehat, dan program Pemerintah ini sangat bermanfaat sekali bagi kami,” pungkasnya. (Monas)











