• Beranda
  • CARRIER
  • DISCLAIMER
  • Dukungan
  • Home 1
  • Home 3
  • Home 4
  • Home 5
  • Home 6
  • Kantor Bidik
  • kantor Depan bidik
  • Kebijakan Privacy
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Tarif Iklan Cetak
  • Tarif Iklan Online
  • TENTANG KAMI
  • Terms of Service
Bidik.news
Baner Iklan
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM
No Result
View All Result
Bidik.news
No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM

Pasar Tradisional Tertekan, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Bongkar Masalah di Balik Kios Kosong

Rofik hardian by Rofik hardian
1 hour ago
in POLITIK
Reading Time: 3 mins read
0
Deni Wicaksono Wakil Ketua DPRD Jatim

Deni Wicaksono Wakil Ketua DPRD Jatim

SURABAYA l bidik.news – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Deni Wicaksono mendesak Pemprov Jatim mengevaluasi total pola revitalisasi pasar tradisional menyusul maraknya kios kosong dan menurunnya aktivitas perdagangan di sejumlah daerah.

Menurutnya, pasar tidak cukup hanya dibangun megah, tetapi harus dipastikan kembali ramai, pedagang bertahan, kios terisi, dan omzet meningkat. Deni juga mendorong Pemprov Jatim melakukan pemetaan menyeluruh terhadap kondisi pasar tradisional di 38 kabupaten/kota.

Pemetaan tersebut diperlukan untuk mengetahui penyebab kios kosong sekaligus memastikan program revitalisasi benar-benar berdampak terhadap pedagang dan masyarakat.

“Jangan sampai kita mengukur keberhasilan pasar hanya dari bangunannya yang bagus. Yang harus dilihat adalah apakah kiosnya terisi, pedagangnya aktif, pengunjungnya meningkat dan omzetnya naik,” kata Deni, Senin (5/10).

Menurut Sekretaris DPD PDI perjuangan Jatim ini, fenomena kios kosong mulai terlihat di sejumlah pasar di Jawa Timur sepanjang 2026. Sedikitnya terdapat tujuh pasar di lebih dari lima daerah menghadapi indikasi persoalan tersebut, yakni Pasar Wage, Pasar Mulyosari dan Pasar Domasan di Tulungagung, Pasar Pahing dan Pasar Ngadiluwih di Kediri, Pasar Wonoayu di Sidoarjo, serta Pasar Purwoharjo di Banyuwangi.

Kondisi tersebut, lanjut dia, memang belum menggambarkan seluruh pasar tradisional di Jawa Timur. Namun, fenomena tersebut cukup menjadi peringatan bahwa sebagian pusat perdagangan rakyat sedang menghadapi tekanan.

Bahkan, berdasarkan data Dinas Perdagangan, Perindustrian, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (DPPTK) Kabupaten Ngawi pada 2026, dari total 1.196 kios dan los yang tersedia, sebanyak 930 unit masih aktif.

Sementara 269 unit lainnya tidak beroperasi atau tutup. Mayoritas unit yang tidak beroperasi tersebut berada di lantai II.

“Ini harus dilihat sebagai persoalan ekonomi rakyat, bukan sekadar persoalan bangunan pasar. Ketika kios kosong, berarti ada aktivitas ekonomi yang hilang. Ada pedagang yang kehilangan penghasilan dan ada rantai ekonomi lokal yang ikut terdampak,” tegasnya.

Pasar Kini Bersaing dengan Marketplace

Deni menilai tantangan pasar tradisional saat ini jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu. Perubahan perilaku konsumen berlangsung sangat cepat seiring berkembangnya marketplace, perdagangan melalui media sosial, live streaming hingga layanan pesan-antar.

Masyarakat kini tidak selalu harus datang ke pasar untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan. Dengan telepon genggam, konsumen dapat membandingkan harga, memilih barang, melakukan transaksi dan menunggu barang dikirim ke rumah.

“Pasar tradisional sekarang bukan hanya bersaing dengan minimarket atau pusat perbelanjaan modern. Pasar juga bersaing dengan pasar digital yang ada di dalam telepon genggam masyarakat,” ujarnya.

Karena itu, menurut Deni, revitalisasi pasar tidak boleh lagi hanya berorientasi pada pembangunan fisik.

Gedung yang lebih bagus, kata dia, belum tentu membuat pasar kembali ramai apabila persoalan lain seperti harga sewa kios, zonasi pedagang, akses permodalan, kebersihan, parkir, promosi hingga kemampuan pedagang menggunakan teknologi tidak ikut dibenahi.

“Kalau gedungnya bagus tetapi pedagangnya tidak mampu bertahan, pengunjung tidak datang dan kios kembali kosong, berarti ada yang keliru dalam pendekatan revitalisasinya,” katanya.

Pasar Legi Ponorogo Jadi Cermin

Deni juga menyoroti kondisi Pasar Legi Ponorogo. Hasil penelitian Universitas Negeri Surabaya yang terbit pada Agustus 2026 menemukan sejumlah persoalan yang masih dihadapi pedagang, mulai dari menurunnya sirkulasi pengunjung, beban operasional, persoalan zonasi hingga kerusakan fasilitas mobilitas vertikal.

Menurut Deni, kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan pasar rakyat bersifat kompleks dan tidak bisa diselesaikan dengan satu kebijakan.

“Pasar membutuhkan ekosistem. Ada pedagang, pembeli, akses, parkir, fasilitas, zonasi, modal, promosi dan sekarang juga digitalisasi. Semuanya harus dipikirkan secara bersama,” jelasnya.

Karena itu, Deni mendorong Pemprov Jatim menyusun basis data pasar tradisional secara komprehensif. Data tersebut setidaknya mencakup jumlah pasar, kios dan los, tingkat keterisian, jumlah pedagang aktif, tren kunjungan masyarakat, omzet pedagang serta kondisi sarana dan prasarana.

Dengan data tersebut, intervensi pemerintah bisa lebih tepat sasaran.

“Tidak semua pasar membutuhkan perlakuan yang sama. Ada pasar yang memang membutuhkan revitalisasi fisik. Tetapi ada juga yang lebih membutuhkan insentif sewa, akses permodalan, promosi, pembenahan tata kelola atau transformasi digital,” paparnya.

Penasihat Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim ini menegaskan, ukuran keberhasilan revitalisasi pasar ke depan harus diubah. Menurutnya, pemerintah tidak cukup mencatat berapa banyak pasar yang telah dibangun atau direnovasi. Pemerintah harus memiliki indikator setelah proyek selesai.

“Berapa kios yang kembali terisi? Berapa pedagang yang bertahan? Apakah jumlah pengunjung meningkat? Bagaimana perkembangan omzet pedagang? Itu yang harus menjadi ukuran,” pungkas Politisi dari Daerah Pemilihan Ponorogo, Ngawi, Magetan, Pacitan dan Trenggalek ini. ( Rofik )

Related Posts:

  • Komisi B Desak Disperindag Jatim Tertibkan Operasi Pasar Modern
    Komisi B Desak Disperindag Jatim Tertibkan Operasi…
  • IMG-20260207-WA0117
    Fraksi PDIP DPRD Jatim di Minta Cegah DBD, Turun…
  • IMG-20230121-WA0000
    Komisi C : Perlu Negosiasi Antara Pemkot Surabaya…
  • alito
    Paslon Bupati Trenggalek "ALITOFAN" Ngopi Bareng dan…
  • paslon
    Blusukan ke Pasar Munjungan, Cabup Paslon"Ali Tofan…
  • IMG-20250928-WA0098
    Pasca Longsor Tambang di Magetan, DPRD Jatim Minta…
Previous Post

Upload Struk Pajak Daerah, Puluhan Warga Banyuwangi Dapat iPhone, Motor hingga Umroh

Rofik hardian

Rofik hardian

RelatedPosts

Upload Struk Pajak Daerah, Puluhan Warga Banyuwangi Dapat iPhone, Motor hingga Umroh
BANYUWANGI

Upload Struk Pajak Daerah, Puluhan Warga Banyuwangi Dapat iPhone, Motor hingga Umroh

by Nanang Firmansyah
05/10/2026
0

BANYUWANGI | bidik.news – Sebanyak 14 ribu struk terkumpul dalam Pengundian Sistem Pelaksanaan Undian Pajak Daerah Banyuwangi (Sipundiwangi) Tahap 2...

Read moreDetails
Digelar Pertama Kali, ‘Nggravel Glenmore’ Banyuwangi Diikuti Ratusan Peserta dari Lima Negara

Digelar Pertama Kali, ‘Nggravel Glenmore’ Banyuwangi Diikuti Ratusan Peserta dari Lima Negara

05/10/2026
Persiapan Gandrung Sewu 2026, Ribuan Penari Lokal dan Luar Kota Latihan Gabungan

Persiapan Gandrung Sewu 2026, Ribuan Penari Lokal dan Luar Kota Latihan Gabungan

05/10/2026

Nahkodai PWI Banyuwangi, Hariyadi Ingin Kembalikan Peran Organisasi dan Jadikan ‘Rumah Besar’

05/10/2026

Terbungkus Handuk Kuning, Bayi Laki-Laki Ditemukan di Depan Rumah Warga Banyuwangi

05/10/2026

Atasi Kemiskinan di Tuban, DPRD Jatim Ony Setiawan : Perlu Strategi Komprehensif dan Kolaboratif

05/10/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Bidik.news

Bekerja dengan Mata Hati

Follow Us

Recent News

Pasar Tradisional Tertekan, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Bongkar Masalah di Balik Kios Kosong

Pasar Tradisional Tertekan, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Bongkar Masalah di Balik Kios Kosong

05/10/2026
Upload Struk Pajak Daerah, Puluhan Warga Banyuwangi Dapat iPhone, Motor hingga Umroh

Upload Struk Pajak Daerah, Puluhan Warga Banyuwangi Dapat iPhone, Motor hingga Umroh

05/10/2026
  • TENTANG KAMI
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Terms of Service
  • Kebijakan Privacy
  • DISCLAIMER
  • CARRIER
  • Tarif Iklan Online
  • Tarif Iklan Cetak
  • Dukungan

© 2025 PT Pulitzer Indonesia Media-IT Bidiknews.

No Result
View All Result
  • HOME
  • HUKUM KRIMINAL
  • JAWA TIMUR
    • BANYUWANGI
    • GRESIK
    • JEMBER
    • KEDIRI
    • KOTA BATU
    • LAMONGAN
    • MADIUN
    • MAGETAN
    • MALANG
    • MOJOKERTO
    • NGAWI
    • PACITAN
    • PAMEKASAN
    • PASURUAN
    • SAMPANG
    • SIDOARJO
    • SITUBONDO
    • SUMENEP
    • TRENGGALEK
    • TUBAN
    • TULUNGAGUNG
  • PERISTIWA
  • PEMERINTAHAN
  • PENDIDIKAN
  • KABAR DESA
  • EKBIS
    • EKONOMI
  • GADGET
  • HIBURAN
  • PILKADA
  • WISATA
  • Seni dan Budaya
  • HANKAM

© 2025 PT Pulitzer Indonesia Media-IT Bidiknews.