SURABAYA – Dalam menjaga kestabilan inflasi di Jatim khususnya, merespon kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat 3 – 20 Juli 2021. Dimana Bank Indonesia (BI) Jatim menggelar Rakornis Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jatim yang dihadiri 9 instansi/Lembaga anggota TPID Jatim belum lama ini.
Pertemuan tersebut membahas risiko inflasi yang dapat terjadi sebagai dampak PPKM Darurat serta penyusunan rekomendasi kebijakan untuk memitigasi risiko inflasi Jatim.
Kegiatan yang dipimpin Kepala Divisi Implementasi Kekda BI Jatim Dadal Angkoro, dihadiri Biro Perekonomian, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Peternakan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Diskominfo, Dishub, Perum Bulog, Dinsos dan Satgas Pangan.
Dari diskusi secara virtual, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan dan Dinas Perdagangan sepakat menyampaikan, ketersediaan pasokan komoditas pangan strategis Jatim seperti beras, hortikultura, daging ayam dan telur ayam ras pada periode PPKM Darurat diperkirakan dalam kondisi aman dan terjaga.
Kondisi tersebut diperkuat dengan informasi Bulog Divre Jatim periode Juli-Agustus 2021 merupakan masa panen raya padi, sehingga Bulog dapat melakukan penyerapan gabah. Selain beras, komoditas aneka cabai juga akan memasuki masa panen dimulai dari akhir Juli 2021.
Pasokan yang cukup juga diikuti kelancaran distribusi komoditas strategis. Berdasarkan informasi Dishub Jatim, angkutan logistik pangan strategis mendapatkan keringanan persayaratan selama PPKM. Sesuai SE Menhub No.43/2021, angkutan logistik tidak mensyaratkan vaksin namun harus menunjukkan hasil rapid antigen negatif.
Kelancaran distribusi juga didukung oleh tim Satgas Pangan Polda Jatim. Kesulitan distribusi tabung oksigen yang sempat terjadi beberapa waktu lalu dapat diatasi dengan bantuan moda transportasi tim Satgas Pangan untuk distribusi tersebut.
Risiko Inflasi dan Upaya TPID Jatim
Alih-alih kekurangan pasokan, stok komoditas cabai merah, ayam karkas dan telur ayam justru menunjukkan surplus komoditas yang cukup tinggi. Melimpahnya pasokan komoditas tersebut diperkirakan meningkatkan risiko deflasi lebih besar ketika kebijakan PPKM Darurat diberlakukan yang menyebabkan daya beli masyarakat menurun.
Kondisi tersebut, sesuai pantauan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim, menunjukkan tren penurunan harga pada komoditas pangan tersebut. Sebagai bentuk antisipasi terhadap risiko inflasi, Tim Teknis TPID Jatim merumuskan beberapa rekomendasi tindak lanjut kegiatan kepada Ketua TPID Jatim, yaitu Gubernur Jatim.
Pertama, TPID melalui Dinsos akan mengupayakan pencairan Jaring Pengaman Sosial pada masa PPKM Darurat untuk meningkatkan daya beli.
Kepala Dinsos Jatim Dr. Alwi, M.Hum menyampaikan, PKH (Program Keluarga Harapan) plus Rp 19 miliar ditargetkan tersalurkan sebelum PPKM darurat berakhir. Dinsos juga akan menyalurkan dana ASPD (Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas Berat) pada Juli 2021. Dinsos juga akan menyalurkan Santunan Kematian Akibat Covid-19/ BTT (Bantuan Tak Terduga), Bantuan Sosial Anak di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT).
Kedua, TPID melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan akan mengaktifkan kembali inovasi belanja online yang pernah diterapkan sebelumnya. Inovasi itu adalah Pamor (Pasar Murah Online), Pasar Online Jatim (bekerjasama dengan ojek), dan Chatbot Whatsapp (pemberdayaan ojek pangkalan sebagai kurir).
Ketiga, TPID melalui Dishub akan memastikan distribusi komoditas pangan strategis berjalan lancar. Aktivitas pasar induk yang biasa dimulai sejak sore hingga subuh, akan diatur agar tetap dapat berjalan dengan mengikuti kebijakan yang berlaku.
Keempat, TPID melalui Satgas Pangan akan terus berada di tengah masyarakat untuk memastikan tidak terjadi pelanggaran hukum terkait komoditas pangan. Kelima, TPID melalui Diskominfo akan mengkomunikasikan kondisi kestabilan stok pangan agar tidak terjadi kepanikan di tengah masyarakat.
Keenam, TPID melalui Dinas Pertanian, Dinas Peternakan dan Bulog akan terus mendorong peningkatan produksi komoditas pangan strategis untuk menjadikan Jatim sebagai lumbung pangan nusantara.
Ketujuh, TPID melalui BI dan Biro Perekonomian akan terus mendorong BUMD Pangan Jatim agar dapat mendistribusikan pasokan komoditas yang melimpah keluar provinsi agar terjadi kestabilan pasokan di Jatim.
Berbagai rekomendasi upaya tersebut akan menjadi strategi TPID Jatim untuk memastikan kestabilan inflasi di Jatim. Inflasi yang terjaga diharapkan memberikan ketenangan kepada masyarakat di tengah pelaksanaan PPKM Darurat, khususnya di Jatim.











