SURABAYA – Menjelang bulan Ramadhan dan lebaran 1442 H, Kanwil IV Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Surabaya siap bersinergi antar instansi dan Dinas di Jawa Timur untuk menjamin ketersediaan pasokan dan stabilitas harga kebutuhan pokok.
Kanwil IV KPPU menghadiri undangan dari Satuan Tugas Pangan (Satgas Pangan) Polda Jatim untuk membahas langkah strategis dan sharing data terkait pasokan dan harga pangan menjelang Ramadhan.
Koordinasi dipimpin Kasatgas Pangan Polda Jatim Kombes Pol Farman, S.H., S.I.K., M.H. Dijelaskan, Satgas Pangan Polda Jatim menemukan kebutuhan pokok yang harganya tinggi.
“Satgas Pangan Polda Jatim telah menemukan beberapa komoditi kebutuhan pokok yang harganya tinggi, seperti minyak goreng curah, daging ayam ras, dan cabai. Walau demikian, trendnya saat ini harganya menurun sedangkan harga Bapok yang lain masih stabil”, tegas Farman akhir pekan lalu.
Koordinasi ini juga dihadiri lintas instansi, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Dinas Pertanian, Dinas Perkebunan, Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Jawa Timur serta Perum Bulog.
Kepala Bagian Kajian dan Advokasi Kanwil IV KPPU Romi Pradhana Aryo menyatakan, Kanwil IV siap menghadapi potensi masalah menjelang Ramadhan dan lebaran 1442 H.
“KPPU siap bekerjasama dengan rekan-rekan dari Provinsi Jatim dan Polda Jatim untuk menjaga harga dan pasokan bapok. KPPU juga telah melakukan monitoring harga dan distribusi Bapok. Serta KPPU sedang mengkaji Peraturan Menteri Perindustrian No. 3 Tahun 2021 Tentang Jaminan Ketersediaan Bahan Baku Gula Dalam Rangka Pemenuhan Kebutuhan Gula Nasional yang mengatur gula rafinasi hanya dikelola oleh pabrik gula yang dberdiri sebelum 2010”, jelas Romi.











