SURABAYA | BIDIK.NEWS– DPRD Jawa Timur mengapresiasi upaya persiapan Gubernur Khofifah Indar Parawansa untuk menghadapi resesi 2023. Persiapan-persiapan itu diwujudkan untuk membantu masyarakat menghadapi resesi yang diperkirakan terjadi tahun 2023.
Anggota DPRD Jawa Timur, Hadi Dediyansah , S.Pd , M.Hum mengatakan, dirinya mengapresiasi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansah yang mengeluarkan kebijakan ketahanan resesi 2023 lewat jargon IKI (Inisiatif, Kolaborasi, dan Inovasi) Jawa Timur. Artinya persiapan Jatim lebih siap daripada nasional. Mengingat inisiasi gubernur muncul dari gagasan pemerintah provinsi
sendiri.
Menurut Cak Dedi sapaan akrab Hadi Dediyansah , dengan jargon IKI Jatim, pemerintah provinsi kolaborasikan pemerintah dengan kalangan pengusaha, dan masyarakat. Kemudian kolaborasi tersebut dengan sendirinya membentuk suatu rangkaian yang memunculkan inovasi dalam konteks ekonomi, konteks tataran keuangan melalui Bank Jatim, Bank UMKM.
“Ini menjadi penompang antisipasi 2023 (resesi), Tentunya Jatim lebih siap daripada daerah lain. Karena ini antisipasi yang harus dikeluarkan sejak dini jangan sampai resesi 2023 muncul masyarakat terutama pemerintahannya belum siap. Tentunya ini luar biasa bagi Jatim,” kata Cak Dedi bakal pimpin Surabaya masa depan .
Cak Dedi menyebut selama ini masyarakat Jatim sudah teruji kemandiriannya. Hal itu terlihat ketika menghadapi krisis moneter (krismon) tahun 1965 dan 1998. Selain itu, di era reformasi masyarakat diterpa ujian berupa pandemi Covid-19 selama dua tahun.
“Meski realita masyarakat membutuhkan uluran tangan dari pemerintah. Tetapi secara personal masyarakat sudah bisa antisipasi. Tentunya ini bentuk-bentuk kemandirian masyarakat sendiri,” paparnya.
Politisi asal Partai Gerindra itu menilai kemandirian masyarakat akan lebih maksimal, jika ada intervensi dari pemerintah. Berupa bantuan – bantuan modal, terutama masyarakat yang membutuhkan. Dengan begitu, ada keseimbangan pemerintah menyalurkan bantuan tepat sasaran.
“Jangan sampai hanya jargon, tetapi penyalurannya tidak tepat sasaran. Kedepan pemerintah Jatim jika memberi bantuan agar tepat sasaran kepada yang betul -betul membutuhkan,” pintanya.( Rofik )












