BANYUWANGI | bidik.news – Program kadat karya yang merupakan inisiatif strategis pemerintah daerah terus digencarkan Dinas PU Pengairan Banyuwangi.
Diantaranya, mengintegrasikan pembangunan infrastruktur air dengan pengentasan kemiskinan.
Program padat karya ini dilaksanakan secara bertahap di 11 wilayah Koordinator Sumber Daya Air (Korsda) Dinas PU Pengairan Banyuwangi.
Program ini berfokus pada pelibatan warga pra-sejahtera produktif untuk melakukan pemeliharaan jaringan irigasi guna meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus menjaga ketahanan pangan.
Plt. Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Cahyanto Hendri Wahyudi mengatakan, program ini secara konsisten dijalankan dengan berfokus pada pemanfaatan tenaga kerja lokal, khususnya pemberdayaan warga pra-sejahtera.
Tujuan utamanya membuka lapangan kerja sementara bagi masyarakat penganggur atau yang membutuhkan penghasilan tambahan dan menjaga keandalan jaringan irigasi guna mendukung sektor pertanian Banyuwangi.
“Kegiatan padat karya untuk wilayah Korsda Kabat dan Genteng sudah seleaai minggu kemarin, Korsda Bangorejo dan Srono hari ini terakhir. Kosrda Rogojampi, Singojuruh, Cluring dan Pelanggaran baru berjalan minggu ini,” beber Cahyanto.
Kemudian, untuk padat karya wilayah Korsda Tegaldlimo akan dimulai minggu depan pada 27 Juli 2026, setelah itu Korsda Banyuwangi dan Glenmore yang akan dilaksanakan nanti pada tanggal 3 Agustus 2026.
Menurutnya, setiap titik kegiatan padat karya masing-masing korsda
dilaksanakan selama 15 hari kerja dengan melibatkan 30 orang.
“Dari jumlah 11 korsda di wilayah Banyuwangi, itu artinya total ada 330 orang yang diberdayakan dalam program padat karya,” jelasnya.
Cahyanto menilai program ini sangat efektif, karena menggunakan pendekatan dua arah, yakni menyelesaikan masalah kedangkalan saluran air untuk mencegah banjir atau kekurangan air bagi petani, sekaligus menjadi jaring pengaman sosial yang langsung menyentuh kantong masyarakat di tingkat akar rumput.
Dalam pelaksanaannya, program ini sering kali bersinergi dengan kelompok petani pemakai air, untuk memastikan dampak langsung pada sektor kelola pertanian.(nng)











