SURABAYA|BIDIK – Halaman Mapolrestabes Surabaya Sabtu pagi (5/8), dipenuhi massa. Ratusan orang terlibat bentrok dengan polisi. Simulasi pengamanan Pilkada yang digelar Polrestabes Surabaya berlangsung lancar.
Dalam simulasi itu, digambarkan ratusan orang melakukan aksi unjuk rasa menolak hasil penghitungan suara pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Surabaya. Mereka menggagap KPU berpihak kepada salah satu calon pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya.
Aksi massa itu dihadang oleh aparat kepolisian dari Sat Sabhara Polrestabes Surabaya. Situasi sempat memanas saat massa mulai melakukan tindakan anarkis melempari polisi dengan botol air mineral dan tepung.
Bentrokan tidak terhindarkan saat massa mulai menyerang barisan polisi yang menghadang. Untuk memukul mundur massa, polisi juga mengerahkan kendaraan taktis dan menyemprotkan water canon ke arah pengunjuk rasa yang membakar ban.
Massa kemudian berhamburan menghindari semprotan air. Provokator juga langsung diamankan. Setelah itu, barisan polisi secara perlahan-lahan maju memukul mundur ratusan pengunjuk rasa hingga membubarkan diri dan meninggalkan lokasi.
“Ini salah satu upaya memberikan pemahaman SOP pengamanan bagi anggota polisi baik teori dan praktek. Agar mereka tidak ragu-ragu saat bertindak,” ujar Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M. Iqbal, Sabtu (5/8).
Dalam kegiatan simulasi pengamanan ini, kata dia, pihaknya menampilkan sejumlah skenario mengenai kemungkinan pontensi gangguan saat Pilkada serentak yang berlangsung pada 2018 mendatang.
Mulai dari melakukan patroli cipta kondisi gabungan, adanya gangguan saat distribusi surat dan kotak suara hingga gangguan terhadap pasangan calon oleh simpatisan pesaingnya saat massa. kampanye.
“Semuanya kami antisipasi dan praktikkan penanganannya di sini. Termasuk nantinya jika ada ancaman bom sekalipun, sudah kami antisipasi,” jelas mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu.
Iqbal menuturkan, untuk memastikan pengamanan saat Pilkada nanti, personel gabungan dari Polisi, TNI, Satpol PP hingga Linmas akan dikerahkan. Diperkirakan akan ada sekitar 3.000 personel gabungan yang bertugas.Riz









