GRESIK — Banjir di Kabupaten Gresik, Jatim sudah surut. meski begitu beberapa pihak seperti Polres Gresik mengantisipasi banjir susulan dengan berbagi pelampung dari ban dalam mobil, membuat jalur evakuasi, memasang tali tambang untuk menjadi pegangan dan sosialisasi kepada warga cara menyelamatkan diri waktu ada bencana banjir.
Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo mengatakan, banjir luapan Kali Lamong terjadi setiap tahun bahkan bisa dikatakan wilayah Gresik selatan menjadi langganan banjir.
Maka dari itu, Polres Gresik melakukan langkah anisipatif untuk meminimalisir korban jiwa dengan memberikan pelampung (ban) kepada warga serta membuat jalur evakuasi.
“Kami melaksanakan kegiatan itu di Desa Iker-iker Cerme. Di wilayah itu menjadi wilayah langganan banjir. Di sana kita buatkan kentongan untuk memberitahu jika sewaktu-waktu ada banjir kiriman,” ungkapnya, Minggu sore (5/1).

Lebih lanjut ditambahkan , jajarannya juga memasang papan penanda evakuasi yang ditancapkan di tepi jalan yang berbatasan dengan sungai. Itu bertujuan ketika dilakukan evakuasi warga bisa mengetahui posisi antara jalan dan parit atau sungai.
“Kita siapkan tali tambang yang dibentangkan di sepanjang jalan, agar dijadikan pegangan bilamana kondisi arus air deras. Semua itu kita lakukan untuk keselamatan warga dan meminimalisir jatuhnya korban jiwa,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Iker-iker Geger Kristono menyambut baik aksi polisi yang melakukan langkah antisipasi agar tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir.
“Paling tidak keselamatan warga yang kita utamakan. Bagi kami bantuan ini sangat bermanfaat,” tambahnya menanggapi aksi Polres Gresik yang di bantu TNI, BPBD, PPM. dan tokoh masyarakat.











