Manajer Unit Pelaksana Proyek Ring Jawa Bagian Timur dan Bali (JBTB) II Indrayoga Suharto (kiri) dan Deputi Manager Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Disjatim, Pinto Raharjo saat Media Gathering PLN Jatim. (Foto : hari)
JEMBER – Pelanggan listrik untuk kalangan rumah tangga dan industri di Kab Jember, Jawa Timur, terus naik dalam 3 tahun terakhir, seiring pertumbuhan ekonomi daerah setempat.
Untuk itu, PLN saat ini sedang melakukan pengembangan sistem ketenagalistrikan tegangan tinggi di 3 lokasi di Kab Jember, yakni di Kec Arjasa, Puger dan Tanggul. Hal ini bertujuan untuk mengakomodir pertumbuhan pelanggan industri maupun rumah tangga di Wilayah tersebut.
Manajer Unit Pelaksana Proyek Ring Jawa Bagian Timur dan Bali (JBTB) II Indrayoga Suharto menjelaskan, pada tahun 2015 jumlahnya sekitar 847 ribu pelanggan, kemudian 2016 sekitar 879 ribu. dan 2017 mencapai 917 ribu. Sedangkan untuk rasio elektrifikasi di Jember saat ini berada di angka 83.8 persen.
“Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumen saja. pembangunan infrastruktur jaringan listrik di Jember juga untuk mengantisipasi rata-rata pertumbuhan beban puncak selama 10 tahun sebesar 4.9 persen. Hal itu diiringi proyeksi rata-rata pertumbuhan penjualan energi selama 10 tahun sebesar 5,29 persen,” kata Yoga saat press gathering PLN Jatim, Sabtu (22/9) malam.
Yoga menambahkan, 3 lokasi yang akan dikembangkan di Kab Jember, yakni di Arjasa, Puger dan Tanggul. Adapun infrastruktur jaringan listrik tegangan tinggi yang akan dikembangan di Jember antara lain Gardu lnduk (GI) berkapasitas 150 kilovolt (kv) di arjasa. SUTT 150 kv di Arjasa. lalu GI 150 kv di Puger. SUTT 150 kv Tanggul Puger. dan Ext. GI 150 kv tanggul. “Kami proyeksikan semua jaringan tersebut akan rampung pada Februari 2020,” ujarnya.
Yoga berharap dengan adanya sumber listrik yang memadai, akan banyak investor yang tertarik untuk menenamkan modalnya di kab Jember. “Sebab di Puger, Tanggul dan Arjasa ke depannya akan ada rencana pengembangan industri kecil, menengah dan besar,” tuturnya.
Yoga juga memaparkan progres pembangunan GI di Puger dan Arjasa sudah selesai di tahap pembebasan lahan. Untuk GI Puger target rampung September 2019 dan GI Arjasa ditargetkan selesai Februari 2020.
Sedangkan untuk SUTT 150 kv Tanggul – Puger, Gl 150 kv Tanggul ext (2 LB). Dan SUTT 150 kv Arjasa sampai saat ini masih dalam proses pembebasan lahan.
“Jika di breakdown, SUIT 150 kv Tanggul-Puger nantinya akan memiliki luas lahan 2.175 hektar. Kemudian (11 150 KV tanggul ext (2LB) luasnya 7.172 meter persegi,” terang Yoga.
Selanjutnya, GI 150 kv Puger mempunyai lahan sebesar 1.5 hektar. (11 150 kv Arjasa sekitar 2 hektar, dan SUTT 150 kv Arjasa akan berada di 3 Kecamatan, yaitu Arjasa. Kalisat, Pakusari.
Pihaknya berharap dengan pembangunan GI dan SUTT, tidak lagi membuat tegangan sering drop. Lantaran saat ini jarak dari gardu induk ke pelanggan masih terlalu jauh.
Selain itu, PLN Transmisi Jawa bagian Timur dan Bali (JBTB) juga akan melakukan penambahan kapasitas 57 trafo dengan total daya 4480 MVA yang tersebar di Madiun, Surabaya, Malang, Bali dan Probolinggo.
“Kami akan terus berupaya melakukan peremajaan peralatan utama transmisi, dan optimalisasi pelaksanaan pemeliharaan secara online dengan PDKB, sehingga layanan kami bisa lebih baik,” pungkas Yoga. (hari)










