BIDIK NEWS | SURABAYA – Pemulihan listrik di kawasan gempa dan tsunami Palu, Donggala dan Sigi, Sulawesi Tengah terus dilakukan. Setelah menerjunkan 200 personil pada 3 Oktober lalu, kembali PLN (Persero) Unit Induk Disjatim mengirimkan peralatan pendukung kelistrikan. Pengiriman diberangkatkan dengan kapal laut dari pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Rabu (10/10).
Peralatan yang dikirim itu antara lain, 61 travo, 300 ribu meter kabel jaringan, 324 pin isolator dan 1.902 piercing konektor. Peralatan pendukung kelistrikan itu diperlukan untuk menghidupkan kembali aliran listrik ke rumah-rumah. Terutama yang masih utuh dan tidak mengalami kerusakan.
Manager Komunikasi PLN Unit Induk Disjatim, Fenny Nurhayati mengatakan, sampai saat ini gardu induk di Palu, Donggala dan Sigi sudah normal. “Tinggal jaringan ke rumah-rumah yang belum. Tentunya rumah yang masih ada dan tidak terkena gempa,” ujarnya, Rabu (10/10).
Pembangunan jaringan menengah tersebut sangat diperlukan untuk menerangi seluruh rumah yang masih ada. Karena sebelumnya, prioritas PLN adalah menerangi fasilitas umum, seperti rumah sakit, tower jaringan telekomunikasi (BTS), rumah ibadah, perbankan dan pusat ekonomi.
“Beberapa fasilitas umum yang berhasil diterangi diantaranya, 9 gedung perkantoran (pemerintah dan TNI), satu unit PDAM, 8 unit rumah sakit, 10 bank dan ATM, 9 unit SPBU, 10 BTS dan 16 rumah ibadah (masjid dan gereja),” ujar Fenny.
Sementara saat ini, daya mampu pasokan listrik di Sulawesi Tengah mencapai 101,2 MW. Pasokan tersebut berasal dari Pembangkit Listrik yang sudah berfungsi, diantaranya adalah dari PLTD Silae sebesar 3,9 MW, PLTD Sabang sebesar 4 MW dan PLTA Poso 3 X 65 MW. (hari)










