BIDIK News | SURABAYA – Setelah Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB), Indonesia kembali di guncang gempa. Jumat (28/9) sore, kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah diguncang gempa berkekuatan 7.7 SR. Gempa juga disusul dengan gelombang tsunami yang menyapu beberapa wilayah di dekat pesisir pantai.
Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho di Gedung BNPB, Selasa (2/10) mengatakan,
total korban tewas hingga kini menjadi 1.234 orang.
“Data terbaru ini dirilis BNPB, Selasa (2/10), pukul 13.00 WIB. Data selalu kami updates dan lakukan perbaikan dari posko dan beberapa tempat,” kata Sutopo.
Belum lagi dari sisi kerusakan infrastruktur yang cukup parah. Melihat hal tersebut, sebagai upaya tanggap darurat bencana, khususnya infrastruktur kelistrikan. PLN memberangkatkan 200 personil dari Unit Induk Distribusi Jawa Timur, Distribusi Jawa Tengah & Yogyakarta, Distribusi Jawa Barat dan Banten menggunakan KM Drajat Paciran yang bertolak dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Palu, Rabu (3/10).
Personil dilengkapi dengan 44 unit kendaraan tanggap darurat bencana yang terdiri dari 4 unit mobil crane, 11 unit mobil PDKB (Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan) Berjarak, 8 unit mobil double cabin, 5 unit mobil alat kerja dan material serta 16 unit mobil personil.
Seluruh personil akan berada di lokasi bencana selama 10 hari untuk memulihkan infrastruktur kelistrikan di wilayah terdampak, agar Palu dan Donggala kembali terang. Harapannya, pemulihan kondisi kelistrikan dapat membantu proses penanganan dan evakuasi korban serta pemulihan infrastruktur lainnya.
Alam Awaludin, Senior Manager Distribusi Unit Induk Disjatim mengatakan, pengerahan pasukan PLN merupakan bentuk komitmen PLN untuk selalu siap dan sigap melistriki masyarakat.
“PLN bersinergi secara optimal dari berbagai daerah dan berbagai fungsi, agar masyarakat Palu dan Donggala kembali dapat menikmati listrik secara penuh,” katanya. (hari)






