SURABAYA l bidik.news – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana menjadikan buku “Bung Karno: Aku Arek Suroboyo” sebagai materi pembelajaran bagi pelajar SD dan SMP di Kota Pahlawan.
Wakil ketua DPRD Jatim Blegur Prijanggono angkat bicara atas rencana tersebut.
Politisi Golkar dari dapil Surabaya ini mengatakan pada prinsipnya hal tersebut baik baik saja tinggal bagaimana spesifiknya.
” Tentunya ini baik saja mengingat bung Karno juga pernah menjadi presiden kita yang pertama. Tapi yang terpenting sebenarnya adalah tentang etika dan moral yang perlu ditingkatkan hari ini itu,”ujarnya,selasa (30/6/2026).
Blegur mengatakan menurut pandangannya sekarang ini kalanhmgan gen Z sekarang ini telah kehilangan pendidikan moral.”Oleh sebab itu dengan adanya ajaran bung Karno yang ada dalam buku tersebut bisa menambah hal tersebut,”jelasnya.
Dia mengatakan sekarang hilangnya moral dikalangan gen z dikenal istilah FUMU diamana bisa diartikan ikut-ikutan.
“Sekarang ini yang dialami kalangan gen z adalah hal tersebut. Jadi perlu benteng untuk nilai-nilai itu sehingga perlu nilai-nilai ajaran bung Karno untuk bentenginya,”jelasnya.
FUMU ini, kata Blegur adalah generasi yang ikut-ikutan pada trennya. “Nah hari ini trennya sebenarnya tidak sesuai dengan etika atau keharifan lokal di timur. Nah ini kan perlu dikaji ulang sehingga perlu dibuatkan nomeklatur tentang pendidikan moral atau pendidikan etika kepada siswa sekolah di berlakukan ini,”tutupnya.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi berencana memasukkan buku berjudul ‘Bung Karno: Aku Arek Suroboyo’ sebagai materi pembelajaran bagi siswa SD dan SMP.
Menurut Eri, pemahaman sejarah sangat dibutuhkan oleh generasi muda sekarang. Dia tidak ingin generasi mendatang tidak memiliki arah dalam berbangsa dan bernegara.( Rofik )











