SURABAYA bidik.news – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Blegur Prijanggono, kembali menjaring aspirasi masyarakat (reses) di wilayah Kota Surabaya tepat nya di Barata Jaya.
Dalam serangkaian tugas reses dari tahun ketahun yang digelar di berbagai titik Surabaya, Blegur mengungkapkan bahwa dirinya masih menemui sejumlah permasalahan “klasik” yang terus dikeluhkan warga setiap kali masa reses berlangsung.
Isu utama yang menjadi sorotan dan keluhan dominan masyarakat Surabaya adalah terkait status tanah “Surat Ijo”.
“Sebenarnya dalam setiap proses reses, kami selalu mendapatkan persoalan-persoalan klasik. Kami sudah berpindah-pindah titik di hampir seluruh wilayah kota Surabaya, namun masalah prioritas masyarakat tetap sama, yakni terkait Surat Ijo,” ujar Blegur Prijanggono saat gelar reses pada kamis ( 12/2/2026).
Menurut Blegur, penyelesaian sengketa Surat Ijo ini memerlukan intervensi kebijakan di tingkat nasional karena kewenangannya berada pada ranah Pemerintah Pusat.
Aspirasi ini menjadi catatan penting yang akan terus diperjuangkan agar warga Surabaya mendapatkan kepastian hukum atas tanah yang mereka tempati.
Selain isu agraria, masalah pendidikan, khususnya akses menuju Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri, juga menjadi “sambatan” (keluhan) warga.
Mengingat kewenangan pengelolaan SMA berada di tangan Pemerintah Provinsi, Blegur mendesak agar Pemprov Jatim mencarikan solusi konkret terkait sistem zonasi atau penerimaan siswa baru.
“Pemerintah Provinsi harus bisa mencarikan solusi agar masyarakat Surabaya memiliki kesempatan lebih besar untuk mendapatkan akses ke sekolah negeri,” tegasnya.
Peluang Investasi dan Kesiapan SDM
Dalam kesempatan tersebut, Blegur juga menyoroti isu ketenagakerjaan. Ia menjelaskan bahwa posisi Jawa Timur yang strategis sebagai gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) akan menarik banyak investor.
Hal ini diprediksi akan membuka peluang lapangan kerja yang luas.
“Ke depan, ini menjadi potensi besar untuk penyerapan tenaga kerja karena banyak orang akan berinvestasi di Jawa Timur, seiring posisi kita yang dekat dengan Nusantara,” jelas legislator Partai Golkar tersebut.
Oleh karena itu, ia mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur maupun Pemerintah Kota Surabaya untuk bersinergi menyiapkan fasilitas pelatihan guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini penting agar tenaga kerja lokal memiliki daya saing dan siap diserap oleh industri.
“Pemerintah harus benar-benar menyiapkan fasilitas untuk meningkatkan kualitas SDM warga Surabaya. Sehingga apabila nanti investasi swasta dibuka lebar di Jawa Timur, kita tidak lagi kesulitan mencari tenaga kerja lokal yang kompeten,” Pungkas Blegur asal Dapil Surabaya . ( Rofik )











