GRESIK | bidik.news – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik meresmikan eskalator di Masjid Agung Maulana Malik Ibrahim, Jumat (13/2/2026). Fasilitas ini dibangun untuk memudahkan jamaah, khususnya lansia, mengakses ruang salat di lantai dua.
Pemasangan eskalator merupakan program Bupati dan Wakil Bupati Gresik sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan fasilitas publik yang ramah dan inklusif.
Tujuannya, agar masyarakat—terutama lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas—dapat lebih mudah menuju lantai dua saat menjalankan ibadah salat.
Pengoperasian eskalator ini menjadi bagian dari peningkatan sarana dan prasarana Masjid Agung Gresik, bertepatan dengan peringatan HUT Pemkab Gresik ke-52 dan Hari Jadi Kota Gresik ke-539, sekaligus menyambut bulan suci Ramadan 1447 H.
Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Asisten I Setda Gresik Suprapto, didampingi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta pengurus Takmir Masjid Agung Gresik. Acara tersebut turut dihadiri Forkopimcam Kebomas, MWCNU Kebomas, DMI, dan perwakilan MUI.
“Kebutuhan eskalator di masjid sangat diperlukan, terutama bagi jamaah lanjut usia yang kesulitan menaiki tangga,” ujar Suprapto.

Ia menambahkan, Masjid Agung Gresik kerap menjadi pusat kegiatan keagamaan berskala besar, seperti salat berjamaah, pengajian akbar, hingga peringatan hari besar Islam. Kehadiran eskalator diharapkan menjadi bagian dari transformasi layanan yang lebih ramah, inklusif, dan modern.
Sementara itu, Kepala Dinas Cipta Karya, Perumahan dan Kawasan Permukiman (CKPKP) Gresik, Ida Lailatussa’diyah, mengatakan pemasangan eskalator merupakan program Bupati dan Wakil Bupati Gresik untuk mempermudah akses jamaah, khususnya lansia, ibu hamil, dan kelompok berkebutuhan khusus.
“Pemasangan eskalator ini merupakan bentuk kepedulian Pemkab Gresik terhadap sarana ibadah, terlebih menjelang bulan suci Ramadan. Kami berharap fasilitas ini digunakan dengan baik dan dirawat,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan, selain di Masjid Agung Gresik, eskalator direncanakan akan dipasang di Masjid KH Robach Ma’shum Islamic Center Balongpanggang.
Sekretaris Takmir Masjid Agung Gresik, Akhmad Jazuli, menyatakan bahwa fasilitas eskalator sangat penting bagi jamaah lansia dan kelompok rentan.
“Fasilitas ini kami siapkan untuk memudahkan para lansia beribadah. Anak-anak santri TPQ tetap boleh menggunakan, namun harus didampingi orang tua demi keamanan,” katanya.
Untuk perawatan, pihak masjid telah membentuk tim khusus yang mendapat pelatihan operasional dan perawatan eskalator.
Memasuki Ramadan tahun ini, pengurus masjid fokus pada peningkatan pelayanan dan perawatan fasilitas. Meski tidak menggelar Ramadan Festival seperti tahun sebelumnya, berbagai kegiatan ibadah tetap berjalan optimal.
“Selama Ramadan kami menyediakan takjil dan paket berbuka puasa sekitar 500 bungkus nasi setiap hari. Untuk salat tarawih, kami mengusung konsep bacaan satu juz per hari agar jamaah merasakan nuansa ibadah seperti di Tanah Suci,” pungkasnya.











