BIDIK NEWS| JEMBER – Munculnya nama-nama orang yang sudah meninggal dunia di daftar pemilih tetap (DPT) di setiap pesta demokrasi 5 tahunan ini di akui oleh Komisioner KPU Jember,Ahmad Hanafi.
Dalam pernyataanya Hanafi saat di temui oleh wartawan ini menyampaikan ,” Ppersoalan orang meninggal muncul di DPT itu masalah klasik ,” tegas Hanafi saat di temui di ruang kerjanya pada Senin 15 April 2019.
Kegelisahan terkait munculnya nama-nama orang yang sudah meninggal di dalam DPT tersebut di luahkan oleh selamet dan rakan-rekan LSM yang begitu konsen menyikapi terkait banyaknya temuan dilapangan.
dari apa yang menjadi keresahan masyarakat tersebut,dengan santai Hanafi menyampaikan ,” Pemutakhiran data pemilih ini melalui proses cukup lama,yaitu sejak 2017, dan yang di pakai hari ini adalah data Pilgub,.”tandasnya .
Hal ini dikarenakan Pilgub dan Pileg ini waktunya berdekatan sehingga kita tidak melakukan pemutakhiran data ulang dan cukup menggunakan data Pilgub yang ada.
Masih kata Hanafi,untuk memutuskan melakukan pencoretan data pemilih yang ternyata meninggal tidak bisa kita lakukan serta merta tampa adanya bukti formal, seperti surat keterangan kematian.
Kesadaran masyarakat untuk mengurus administrasi surat kematian dan melaporkan itu masih kurang,walaupun kita tahu ada yang meninggal, secara sepihak kita mau mencoret itu tidak bisa dan ini memang problem yang kita hadapi dan belum ada solusinya.
Namun kita pastikan persoalan DPT yang muncul dilapangan bisa kita sikapi,tidak mungkin orang yang sudah meninggal bisa tergantikan,dengan prosedur orang datang ke TPS,pertama yang dilihat DPTnya,yang ke dua Identitasnya,jadi tidak mungkin digantikan oleh orang lain.
Sementara untuk anggaran sendiri tidak ada masalah karna pencatatan DPT itu bukan atas dasar orang perorang tapi atas dasar jumlah lembar dan kosnya sangat murah sekali.
Berkaitan adanya surat suara yang masih belum terdistribusi sampai hari ini Senin 15 April 2019,” Insya Allah sebelum hari H semua sudah terdistribusikan,” pungkasnya. (Monas)











