BIDIK NEWS | JEMBER – Tingginya angka kematian Ibu dan Bayi di Kabupaten Jember menjadi perhatian khusus Bupati Jember dr.Hj Faida MMR.
Ini terlihat begitu besar anggaran yang telah di gelontorkan oleh Pemkab Jember melalui APBD Kabupaten Jember dengan meningkatkan berbagai fasilitas pelayanan baik di Kota maupun di Desa.
Saat ditanya soal tingginya angka kematian Ibu dan Bayi di Jember Bupati menyampaikan,” Ini soal serius,karna soal serius kita komitmen dan ini menjadi Komitmen Dunia,Jember pun tidak boleh ketinggalan,” ujar Bupati.
Seperti diketahui, Kabupaten Jember menjadi Kabupaten tertinggi angka kematian ibu dan bayi,sebab itu kita kerjasama dengan menjalin USAID,FKM UI,FKM Unej,Organisasi profesi dari dokter Objin,Dokter Anak,Ikatan Bidan dan IDI Jember, bahwa menurunkan angka kematian ibu dan bayi itu tanggungjawab bersama.
Dan tidak ada seorangpun yang sakti bisa menyelesaikan sendiri,dan kerjasama ini untuk meneliti sebab sebab angka kematian Ibu dan Bayi di Kabupaten Jember.
Hasil penelitian ini akan menjadi masukan buat Kabupaten Jember untuk mengevaluasi kebijakan kebijakan yang harus di buat oleh pemerintah Daerah dalam rangka menurunkan angka kematian ibu dan bayi .
Disisi lain juga untuk mengevaluasi kebijakan kebijakan dan polesi yang mungkin kurang evektif yang sudah dilakukan .
Dan pemerintah Kabupaten Jember berkomitmen untuk bekerjasama dan mendukung semua tim yang sedang bekeja yang akan memberdayakan RT,RW setempat serta kader Posyandu untuk menggali persoalan tersebut sedalam dalamnya.
Sementara penyebab utama dari tingginya angka kematian Ibu dan Bayi pada tahun sebelumnya adalah Iklamsi,namun untuk tahun ini lebih kepada pendarahan namun demikian penurunanya masih belum mengembirakan.
Oleh sebab itu kita akan terus meningkatkan segala fasilitas pendukung serta sumberdaya manusianya agar upaya kita menurunkan angka kematian Ibu dan Bayi di Kabupaten Jember ini tercapai.( Monas)











