JEMBER – Ditetapkanya Kabupaten Jember sebagai wilayah Kejadian Luar Biasa (KLB) Hepatitis A, bukanlah satu aib yang harus di tutup tutupi. ”Bahkan ini harus dipublikasikan agar masyarakat tahu dan sama-sama bisa mencegah,” tegas Bupati Jember dr. Hj Faida MMR, Senin (30/12/2019).
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati saat ditemui usai menyerahkan bantuan matras kepada Ranting dan Cabang PSHT Jember.
“Kita sudah bergerak, kemarin kita sudah rapat dengan Dirjen P2P dimana beliau datang langsung dari Jakarta, dan minggu kita rapat bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur karna ini menjadi masalah bersama,” tuturnya.
Dengan meningkatnya kasus hepatitis ini, apalagi di musim liburan ini,yang terditeksi ada juga yang sedang berlibur keluar Kabupaten Jember.
“Kita ingin semua sehat,karna penularanya bukan hanya sebatas Jember,oleh karna nya kita urus sama-sama,” tegasnya.
Status KLB ini bukan aib,gak perlu di tutupin, justru harus diberitahukan supaya kewaspadaan bisa kita jaga sama-sama.
Kita sudah perintahkan,yang pertama kaitan dengan air bersih untuk di suplay ke wilayah-wilayah tertentu, yang ke dua, kita bagikan sabun cuci dan sarung tangan untuk PKL untuk menekan angka penularan, kita juga menggerakkan mahasiswa – mahasiswa kesehatan masyarakat untuk memberikan sosialisasi hidup bersih dan sehat.
Karna penularan hepatitis A ini mau tidak mau bergantung kepada pemahaman masyarakat,terutama soal cuci tangan dan penjamah makanan,terutama di sekitar Kampus melalui makanan dan alat makan yang tidak terkoordinir dengan baik.
Selain itu,kita juga meminta kepada Puskesmas dan Rumah sakit yang menangani pasien hepatitis A agar ditangani secara prosedur dan dilaporkan sedini mungkin karna kita akan pantau,karna ingkubasinya tidak langsung,perlu beberapa hari.
Oleh itu kita memberikan perhatian yang lebih kepada beberapa wilayah yang terditeksi tinggi antaranya wilayah Kecamatan Sumbersari (wilayah Kampus), Sukowono dan Mangli.
“Oleh itu Pemkab Jember punya tanggung jawab, khususnya penyediaan air bersih dan penanganan masyarakat yang terinfeksi dan ini kita akan tindak lanjuti,karna tidak bisa selesai satu dua hari dan kita akan pantau terus,” pungkasnya.
Sementara salah satu warga yang sempat wartawan Bidik Temui ikut prihatin dengan kondisi PKL yang ada di sekitar Kampus, terutama aspek kebersihan.
“Kebersihan para pedagang PKL di sekitar Kampus ini memang cukup memprihatinkan, karna tidak adanya prasarana,terutama air bersih yang terkadang air tempat cuci piring dipakai dari pagi sampai siang bahkan bisa sampai malam,”tuturnya.











