SIDOARJO l bidik.news – Anggota Fraksi PDIP DPRD Jatim Hari Yulianto, menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur embung sebagai solusi strategis untuk mengatasi masalah banjir sekaligus sistem pengairan di wilayah Sidoarjo. Rencananya, empat hingga lima titik embung akan diusulkan masuk ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2027.
Mas Keceng sapaan akrab Hari Yulianto menjelaskan bahwa sebelumnya sempat muncul usulan mengenai pengadaan air melalui pembuatan sumur pompa. Namun, langkah tersebut dinilai kurang efisien karena terbentur birokrasi.
“Izin pembuatan sumur pompa itu ditarik hingga ke pemerintah pusat, sehingga prosesnya panjang dan tidak mudah. Karena program ini merupakan kompetensi dari pusat sampai ke daerah, maka pembuatan embung menjadi salah satu kemungkinan solusi yang paling logis,” ujar Hari Yulianto asal Dapil Sidoarjo saat di temui di gedung DPRD Jatim.
Menurutnya, pembangunan embung memberikan manfaat ganda bagi daerah. Saat musim penghujan, infrastruktur ini berfungsi menampung tingginya debit air sehingga ampuh mengurangi risiko banjir. Sementara di sisi lain, air yang tertampung dapat disalurkan untuk kebutuhan pengairan atau irigasi.
Meski memiliki fungsi ganda, Mas Keceng menegaskan bahwa prioritas utama pembangunan embung di Sidoarjo adalah untuk penanggulangan banjir, bukan murni untuk mengatasi krisis air.
“Untuk wilayah Sidoarjo, sebenarnya prioritasnya bukan pada pengairan daerah kekeringan. Karena secara relatif, kita tidak mengalami kekeringan luar biasa yang berdampak langsung ke publik. Kita lebih banyak berhitung untuk mengatasi banjirnya,” tegasnya.
Saat ini, wacana pembangunan infrastruktur penahan air tersebut sedang dalam tahap proses penganggaran. Jika berjalan lancar, APBD Sidoarjo tahun 2027 akan mengkaver pembuatan embung di 4 hingga 5 titik lokasi strategis yang rawan genangan.
Ke depannya, keberadaan embung ini diharapkan mampu menjadi sabuk pengaman bagi wilayah Sidoarjo dalam menahan dan mengelola limpahan air hujan, sehingga masalah banjir tahunan dapat diminimalisasi secara terukur dan efektif. ( Rofik )











