SURABAYA l bidik.news – Anggota Komisi E DPRD Jatim bidang pendidikan Dr. H. Rasiyo, M.Si. memberikan penjelasan terperinci mengenai kalender pendidikan serta skema penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa sekolah selama bulan suci Ramadan hingga Idul Fitri mendatang.
Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan kegiatan belajar mengajar tetap efektif sekaligus menghormati kekhusyukan ibadah siswa.
Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Jatim ini menyampaikan , rangkaian Jadwal Pembelajaran merinci pada tahapan kegiatan siswa yang akan dimulai pada pertengahan Februari. Tahapan tersebut terbagi menjadi beberapa fase utama diantaranya , pada tanggal 18 sampai 21 Februari, Siswa dijadwalkan untuk melaksanakan kegiatan belajar di rumah.
Terus pada tanggal 23 Februari sampai 14 Maret , Pembelajaran kembali dilaksanakan di sekolah.
” Pada periode ini, fokus kegiatan akan diarahkan pada peningkatan Iman dan Taqwa (Imtaq) melalui program Pondok Ramadan.
Meski demikian, pembelajaran umum tetap berjalan sesuai jadwal dengan adanya pengurangan jam pelajaran , ” ucap mantan Kadindik Jatim pada kamis ( 19/2/2026 ).
Selanjutnyapada tanggal 16 sampai 27 Maret , Libur bersama hari raya Idul Fitri (terbagi dalam dua gelombang yakni tanggal16- sampai 20 Maret dan pada tanggal 23 sampai 27 Maret).
Kemudian pada tanggal
30 Maret , Kegiatan belajar mengajar (KBM) akan kembali dilaksanakan secara normal.
Rasiyo menegaskan bahwa tidak ada sistem pembelajaran daring (online) selama masa libur tersebut.
“Sekarang kan sudah tidak ada Covid, jadi tidak ada rencana pembelajaran online seperti dulu lagi,” terangnya.
Adapun Penyaluran Makan Bergizi ( MBG ) pada bulan ramadhan Tetap Berjalan
Sesuai program Makan Bergizi Gratis .
Rasiyo memastikan bahwa hak siswa tersebut akan tetap didistribusikan meski ada periode belajar di rumah. Skema penyaluran telah diatur sedemikian rupa agar tetap tepat sasaran.
“Penyaluran tetap dilaksanakan. Jika siswa sedang belajar di rumah, makanan akan disiapkan untuk dibawa pulang (takeaway). Teknisnya, makanan dikirim ke sekolah, lalu siswa atau wali murid dapat mengambilnya di sekolah masing-masing karena jaraknya yang cukup terjangkau,” jelas Rasiyo.
Akan tetapi , lanjut Rasiyo , di bulan Ramadan distribusi makanan dilakukan pada siang hari mengingat sebagian besar siswa menjalankan ibadah puasa, paket makanan tersebut dimaksudkan untuk dibawa pulang dan dinikmati saat waktu berbuka di rumah. ( Rofik )











