SURABAYA l bidik.news – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdullah Muhdi, MH menaruh perhatian serius terhadap keluhan petani di Kecamatan Tanjung Anom, Kabupaten Nganjuk.
Dalam agenda reses terbarunya, Muhdi menerima laporan terkait luberan Sungai Widas yang kerap merendam ratusan hektar persawahan warga.
Pria yang akrab di sapa Gus Muhdi , mengungkapkan bahwa kondisi Sungai Widas saat ini sangat memprihatinkan akibat pendangkalan dan sedimentasi yang tinggi. Hal ini menyebabkan sungai tidak mampu menampung debit air saat musim penghujan, sehingga meluap ke permukiman dan lahan pertanian.
” Luberan Sungai Widas ini berdampak pada hampir tujuh desa di Kecamatan Tanjung Anom. Dampak paling nyata adalah kerusakan pada sektor persawahan yang menjadi sumber penghidupan warga,” ujar legislator asal Dapil 11 (Nganjuk-Madiun) tersebut pada Rabu ( 18/2/2026 ).
Sebagai tindak lanjut, Gus Muhdi menyatakan telah berkomunikasi secara intensif dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jawa Timur serta bersurat resmi kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Gubernur Jawa Timur. Ia mendesak agar segera dilakukan inspeksi mendadak (sidak) dan langkah teknis secepat mungkin.
“Kami meminta atensi segera Jika solusinya adalah normalisasi atau pengerukan, maka mohon segera direalisasikan. Saat ini kami masih menunggu hasil survei dan koordinasi terpusat dari Dinas PU Provinsi terkait langkah teknis yang akan diambil,” tambahnya.
Selain isu infrastruktur pengairan, Anggota Komisi A DPRD Jatim ini juga memantau jalannya program prioritas nasional, Makan Bergizi Gratis (MBG), di wilayah Nganjuk dan Madiun. Menurut pantauannya, program ini sudah mulai terealisasi di beberapa kecamatan dengan persebaran yang hampir merata.
Gus Muhdi menekankan bahwa pengawasan terhadap program ini sangat krusial, terutama menyangkut aspek kualitas dan keamanan pangan.
“Kita jaga dan pantau terus program prioritas Pak Prabowo ini. Ada dua fokus utama: pertama, memastikan bantuan ini sampai kepada siswa yang benar-benar membutuhkan. Kedua, memastikan faktor keamanan pangan untuk meminimalisir risiko keracunan atau malnutrisi, sebagaimana yang sempat ramai di media sosial di daerah lain,” tegas Gus Muhdi.
” Ia berharap program MBG dapat berjalan stabil tanpa kendala teknis di lapangan, sehingga tujuan besar untuk meningkatkan kualitas gizi generasi muda di Jawa Timur dapat tercapai secara maksimal , ” tutup Gus Muhdi . ( Rofik )








