Sumenep | bidik.news – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus mendorong masyarakat agar produktif. Salah satunya menghimbau pelajar supaya membudayakan menabung agar tidak terjebak ke hal pola hidup konsumtif. Sehingga dapat memahami mana kebutuhan dan keinginan.
Maka dari itu, masyarakat utamanya kalangan pelajar sudah dipersipkan oleh Pemkab mengenai penataan dan pemahaman keuangannya melalui Bank bhakti Sumekar. Salah satunya dengan aktif memberikan sosialisasi literasi dan iklusi kepada pelajar.
Bupati Sumenep achmad fauzi wongsojudo mengatakan, BPRS bhakti Sumekar untuk pelaksanaan literasi dan iklusi keuangan untuk pelajar, hendaknya bekerjasama dengan pemerintah daerah seperti, Dinas pendidikan, dinas pendidikan Cabang, serta kementrian Agama Sumenep.
Harapannya, pelaksanaan sosialisasi dan literasi harus mampu menjangkau semua lembaga pendidikan di sumenep, agar warga pelajar selalu rajin dalam menabung dan nantinya terbiasa membedakan mana yang dibutuhakan dan mana keinginan, sebagai langkah menghindari pola hidup konsumtif.
“Para pelajar yang memahami literasi keuangan menjadi generasi yang mandiri secara finansial, dan berpikiran bijak dalam mengelola keuangannya,” ucap Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.
“Peserta didik atau pelajar penting untuk memilih antara keinginan dan kebutuhan, supaya dalam kehidupannya tidak bergaya hidup konsumtif atau hidup mencari kesenangan,” kata Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, di sela-sela Seminar Literasi dan Inklusi Keuangan, di Auditorium Uniba Madura,terangnya.(Suf)











