BANYUWANGI – Selama hampir dua bulan dikabarkan menghilang, Yahya alias Yahyo (45) pelaku teror dengan senjata tajam (sajam) di Desa Gintangan akhirnya berhasil diamankan Unit Reskrim Polsek Rogojampi.
Tersangka yang merupakan warga Dusun Kedungsari, Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari tersebut, kini telah mendekam dalam sel Mapolsek Rogojampi.
Polisi sempat melakukan pengejaran terhadap tersangka ke Pulau Bali. Karena, setelah melakukan aksi terornya terhadap korban Nastain mantan Sekretaris Desa Gintangan, tersangka dikabarkan berada di Pulau Dewata tersebut.
Kapolsek Rogojampi, Kompol Agung Setya Budi mengatakan, tersangka terbukti melakukan dugaan Tindak Pidana membawa senjata tajam tanpa ijin atau dengan sengaja melakukan ancaman kekerasan.
Setelah dilakukan pencarian di beberapa tempat di Bali, tersangka tidak diketemukan, namun akhirnya tersangka menyerahkan diri ke polisi, pada Senin (25/02/2020).
“Didampingi pengacaranya, tersangka menghadap kepada penyidik Polsek Rogojampi untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya,” ujar Kapolsek.
Sebagai barang bukti, polisi mengamankan 1 unit sepeda motor merk Honda Vario 150 warna putih tanpa Plat nomor, dengan nomor rangka : MH1KF4117KK834015, dan nomor mesin : KF41E1836427.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 2 ayat (1) Undang – Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951 atau pasal 335 ayat (1) ke 1e KUHP.
Sebelumnya diberitakan, Nastain (46), warga Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari, tiba-tiba dihantui diteror oleh seseorang dengan membawa senjata tajam (sajam), Senin (13/01/2020).
Aksi teror tersebut, dilakukan pelaku dua kali dalam sehari. Kejadian awal sekitar jam 12.30 WIB di depan rumah korban. Saat itu, Nastain hendak menjemput putrinya pulang sekolah.
Selanjutnya, dihari yang sama terjadi sekitar jam sekitar jam 17.00 WIB, pelaku Y kembali mendatangi rumah Nastain bersama temannya J. Kali ini Y membawa senjata tajam berupa golok.
Pelaku berjumlah dua orang, mereka berinisial Y dan H, saat melakukan aksi teror kedua pelaku diduga dalam kondisi mabuk miras, merek diketahui juga warga Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsar











