SURABAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) meluncurkan Program Digital Financial Literacy 2021. Kegiatan bertema “How to be financially literate, An eye opener for new generation” ini untuk memperkenalkan model bisnis, dan pemanfaatan Inovasi Keuangan Digital (IKD) kepada generasi milenial dan memberikan pemahaman terkait risiko yang melekat pada penggunaan IKD dan layanan keuangan digital lainnya.
Kepala OJK Regional 4 Jatim, Bambang Mukti Riyadi, mengatakan, berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK 2019 menyebutkan, tingkat inklusi keuangan digital dan tingkat literasi keuangan digital masyarakat Indonesia masih dikisaran 31,26 % dan 36%.
“Ketimpangan antara perkembangan layanan keuangan digital dengan rendahnya tingkat literasi keuangan digital di masyarakat berpotensi menimbulkan dampak negatif, diantaranya perencanaan keuangan yang tidak baik, tidak adanya tujuan mengelola keuangan, penempatan instrumen investasi yang tidak tepat, dan terjebak oleh praktik investasi bodong atau Ponzi scheme,” kata Bambang, Selasa (26/10/2021).
Deputi Komisioner OJK Institute dan Keuangan Digital, Imansyah menambahkan, dalam kondisi pandemi Covid-19, fintech memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan literasi dan percepatan inklusi keuangan. Hadirnya fintech memberikan dampak positif begitu besar untuk masyarakat, namun juga memuat risiko yang perlu dipahami dan mitigasi dengan bijak agar tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Untuk menjawab tantangan tersebut, maka OJK sebagai regulator jasa keuangan berinisiatif untuk meningkatkan literasi keuangan digital dengan berbagai cara, antara lain :
Membuat kurikulum terkait Keuangan Digital bagi pelajar dan mahasiswa. Meningkatkan fungsi Fintech Center (OJK Infinity) dalam meningkatkan kapasitas SDM Sektor Jasa keuangan. Memfasilitasi konsultasi terkait dengan Inovasi Keuangan Digital. Serta membuat modul literasi keuangan digital.
Program literasi keuangan digital ini merupakan inisiatif berkesinambungan dari OJK untuk memberikan edukasi dan literasi terkait layanan keuangan digital yang dikemas secara interaktif, menarik dan mudah dipahami dalam bentuk media buku, e-book, video animasi, dan e-games.
Target utama yang disasar dari program Digital Financial Literacy (DFL) ini adalah generasi milenial yang memiliki potensi sebagai pengguna terbesar layanan keuangan digital.












