SURABAYA– Anggota Komisi E DPRD Jatim bidang Pendidikan Hj.Zeiniye, S, Ag mengatakan guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa namun dengan seiring perkembangan jaman , guru tidak butuh slogan saja akan tetapi harus mendapat perhatian cukup serius dari Pemerintah sesuai kewenangan masing masing untuk memberikan perhatian baik pada posisi peningkatan Sumber Daya Manusia ( SDM) guru termasuk juga pada posisi kesejahteraan guru.
” Ini sangat penting ketika bicara peningkatan SDM guru. Apalagi saat ini semua serba digital ,maka kemampuan guru dalam menguasai digitalisasi perlu mendapatkan perhatian dari Pemerintah , ” terang Zeiniye saat di temui di Gedung DPRD Jatim ,kamis ( 25/11/2021).
Politisi asal fraksi PPP DPRD Jatim ini menegaskan Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten / Kota benar benar seius memberikan perhatian, jangan sampai guru-guru yang ada di Jawa Timur tidak melek digitalisasi, maka penguatan SDM guru soal digitalisasi ini menjadi prioritas program dari Pemerintah.
” Guru SD dan SMP menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten/ kota,sedang guru SMA dan SMK menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi dalam penguasaan era digitalisasi dan menjadi prioritas Program Pemerintah serta dibiayai oleh APBD Pemerintah sebagai bentuk tanggungjawab ,” Kata Zeiniye.
Legislator perempuan asal Situbondo ini menekankan agar Pemerintah serius memberikan program pembinaan SDM guru di era digitalisasi ini agar tidak ketinggalan dengan SDM guru diluar negeri.Dicontohkan Zeiniyeh ,dari beberapa kali melakukan evaluasi kurikulum yang ada di indonesia ternyata Indonesia hanya jadi kelinci percobaan disetiap momentum perubahan kurikulum.
” Mau berubah kurikulum seperti apapun tak ada masalah,asalkan digitalisasi dikuasai oleh penyelenggara pendidikan termasuk guru , maka insya Allah tingkat kualitas pendidikan akan semakin baik , ” ujarnya.
Selain itu Peningkatan kesejahteran guru juga penting, lanjut Zeiniye, sebab bukan hanya guru yang ada di tingkat sekolah formal saja ,tetapi pendidikan yang ada di sekolah swasta dan sekolah non formal juga perlu mendapatkan perhatian dari Pemerintah ,karena pendidikan tidak hanya didapat dari kalangan intelektualitas saja,akan tetapi pendidikan karakter juga penting dan itu dibentuk ketika seimbang antara pendidikan umum dan pendidikan agama .
” Sampai saat ini saya melihat perhatian Pemerintah masih kepada guru- guru pendidikan umum atau PNS , tetapi pendidikan swasta masih belum mendapat perhatian utamanya pada sisi kesejahteraan nya ,” terangnya.
Maka itu yang paling penting di hari Guru ini adalah harus ada kado dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, karena DPRD Jatim sudah menganggarkan di PAPBD sekitar 167 miliar untuk Bosda Madin dan BPPDGS ( Bantuan Program Penyelenggara Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta ) .
yaitu dipergunakan untuk guru-guru madrasah diniyah, tetapi faktanya hingga kini Pemerintah kabupaten/kota yang menyiapkan dana shearing enam bulan sudah ready tetapi yang cair dari Provinsi hanya baru satu bulan.ini berarti Pemerintah provinsi masih punya beban sekitar lima bulan lagi yang dianggarkan di PAPBD masih belum pada posisi ready.
“Karena itu di momentum hari guru saat ini ,Pemerintah Provinsi harus memberikan kado terindah .Anggaran sudah ada ,jadi tidak ada alasan segera direalisasikan ,” pungkas nya. ( rofik)












