GRESIK I bidik.news – Pada tahun 2023, Rumah Sakit Daerah (RSUD) akan membangun dua gedung. Yakni gedung rawat jalan dan diagnosis terpadu dan gedung radio teraphi kanker.
Menurut Dirut RSUD Ibnu Sina, dr. Soni M.Kes menyatakan 2 project pembangunan itu merupakan program strategis. Dua bangunan baru itu berada di satu komplek bangunan utama RSUD Ibnu Sina yang memiliki luas lahan 5,1 hektar, di Jalan Dr. Wahidin SH, Kebomas.
“Untuk pembangunan gedung rawat jalan terpadu diagnostic center menelan anggaran sebesar Rp 67 miliar. Sementara gedung radioterapi menelan anggaran Rp 21,440 miliar,” ucap dr. Soni saat menggelar focus group discussion (FGD) dengan Komisi IV DPRD Gresik dan wartawan di gedung RSUD Ibnu Sina, Kamis ((6/7/2023)
Dijelaskannya, pembangunab 2 gedung untuk menunjang kebutuhan di RSUD Ibnu. Pembiayaan pembangunan dari dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
“Anggaran yang kami pakai untuk pembangunan dari pendapatan RSUD. Dari BLUD,” tuturnya.
dr. Soni lantas menjelaskan, untuk pembangunan gedung rawat jalan terpadu diagnostic center, akan dilakukan 2 tahap, atau multi years. Tahun 2023 dan 2024.
“Pembangunan dua gedung baru itu sebagai tindaklanjut master plant bangunan di RSUD Ibnu Sina yang dibuat pada tahun 2016. Tahun ini baru bisa direalisasikan,” terangnya.
dr. Soni menyebutkan bahwa, pembangunan gedung rawat jalan terpadu diagnostic center, akan dibangun 7-8 lantai dilakukan pada tahun 2023.
Untuk dinding mulai lantai 1-3 dibangun dengan desain dinding terbuka (kaca), sedangkan mulai lantai 6 dinding tertutup.
“Untuk kelanjutan pembangunan gedung lantai 9 dan atap dilakukan pada tahun 2024,” terangnya.
dr Soni lantas menjelaskan tujuan pembangunan gedung karena saat ini sejumlah poli tak tercentral (terpusat) di satu banguan gedung. Sehingga, pasien harus pindah satu gedung ke gedung lain untuk pemeriksaan medis.
“Gedung poli di rawat jalan RSUD Ibnu Sina saat ini terpencar. Ada di timur dan barat. Untuk itu, pasien kalau rawat di sejumlah poli harus keliling. Nah, nantinya setelah gedung baru terbangun dan dioperasikan, poli akan tercentral di satu gedung,” bebernya.
dr. Soni menambahkan, untuk pembangunan proyek gedung terpadu tahap satu memakan waktu 5,5 bulan. Karena waktunya singkat maka pembangunan akan dikerjakan 24 jam. Siang malam.
“Perencanana sudah kami lakukan tahun 2022. Tahap manajemen kontruksi (MK) sudah jalan. Bulan Juli dijadwalkan sudah ada pemeneng lelang,” katanya.
Sementara itu, untuk gedung radioterapi, pelaksanaannya dilakukan di.tahun sama. Bangunan kontruksinya dibangun beda. Untuk tebal dinding gedung hingga 3 meter. Sebab, gedung ini memiliki tingkat radiasi tinggi.
Untuk menunjang keberadaan gedung baru itu, RSUD Ibnu Sina mendapatkan bantuan alat dari Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 51 miliar.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Gresik, Mohammad menyatakan, untuk mendukung adanya dua bangunan gedung baru, RSUD Ibnu Sina harus terus meningkatkan pelayanan.Terutama, Sumber Daya Manusia (SDM) dalam melayani pasien.
“Yang ramah dalam melayani pasien. Sebab, itu merupakan salah satu obat agar pasien cepat sembuh,” pesannya. (him)











