GRESIK I bidik.news – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gresik terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai program pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja.
Salah satunya melalui program Pelatihan Operator Wheel Loader yang didanai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026. Sebanyak 16 peserta terpilih mengikuti pelatihan tersebut untuk mendapatkan keterampilan dan sertifikasi yang dibutuhkan di sektor konstruksi, industri, maupun pertambangan.
Selama 28 hari, para peserta mendapatkan pembekalan teori dan praktik pengoperasian alat berat. Selain itu, mereka juga berhak memperoleh Sertifikat Kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) serta Surat Izin Operator (SIO) yang diterbitkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia.

Kepala Disnaker Gresik, Zainul Arifin, mengatakan pelatihan berlangsung di Balai Latihan Kerja (BLK) Disnaker Gresik mulai 14 Mei hingga 18 Juni 2026 dan bekerja sama dengan LPK Abadi Edu Pratama.
“Pendaftaran dilakukan secara online dan tercatat sebanyak 305 orang mendaftar. Selanjutnya dilakukan proses seleksi secara bertahap dan ketat, mulai dari seleksi administrasi, ujian Computer Assisted Test (CAT), hingga wawancara,” ujar Zainul, Kamis (18/6/2026).
Dari total pendaftar, sebanyak 152 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti ujian CAT. Selanjutnya, 50 peserta berhasil lolos CAT dan mengikuti tahap wawancara.
“Setelah seluruh tahapan seleksi selesai, ditetapkan 16 peserta terbaik yang berhak mengikuti pelatihan Operator Wheel Loader,” jelasnya.
Menurut Zainul, komposisi pelatihan dirancang lebih menitikberatkan pada kemampuan praktik, dengan porsi 70 persen praktik dan 30 persen teori.
“Peserta dilatih mulai dari dasar hingga mampu mengoperasikan wheel loader sesuai standar yang dibutuhkan industri,” katanya.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi tentang prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3), perawatan alat berat, hingga teknik pengoperasian wheel loader. Pada sesi praktik, peserta terjun langsung ke lapangan untuk mengoperasikan alat berat tersebut.
Ia menambahkan, kebutuhan tenaga operator alat berat di berbagai perusahaan masih cukup tinggi, sehingga pelatihan ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan pasar kerja.
“Saat ini banyak perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang mampu mengoperasikan alat berat, salah satunya wheel loader. Karena itu, 16 peserta ini kami siapkan menjadi calon tenaga kerja yang kompeten dan siap ditempatkan di dunia industri,” ujarnya.
Keberhasilan program pelatihan BLK Disnaker Gresik, lanjut Zainul, terlihat dari tingginya tingkat penyerapan kerja para alumninya.
“Sebagai perbandingan, peserta pelatihan BLK Disnaker Gresik pada tahun 2024 hingga 2025 seluruhnya telah mendapatkan pekerjaan. Selain pelatihan operator alat berat, kami juga menyelenggarakan berbagai pelatihan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja,” tuturnya.
Sementara itu, salah satu peserta asal Kecamatan Bungah, Agus Sucipto, mengaku bangga dan bersyukur dapat terpilih mengikuti pelatihan tersebut.
“Kami mendapatkan banyak ilmu dan keterampilan, terutama dalam mengoperasikan wheel loader yang sebelumnya belum pernah saya pelajari,” ungkapnya.
Agus berharap setelah menyelesaikan pelatihan dan memperoleh sertifikasi, dirinya dapat bekerja di perusahaan yang membutuhkan operator wheel loader.
“Semoga setelah pelatihan ini saya bisa mendapatkan pekerjaan sesuai keahlian yang telah saya pelajari,” harapnya. (adv/him)











