BIDIK NEWS | SURABAYA – Sejumlah profesor dari Jepang dan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menggelar diskusi interaktif di Lembaga Penyakit Tropis (LPT) atau Institute of Tropical Disease (ITD). Diskusi mendalam itu bertajuk ‘The First Workshop on Research Cooperation of Humanities and Science for Implementing Global Welfare’ yang berlangsung 2 hari, Selasa-Rabu (8-9/1).
Latar belakang workshop itu didasari kerja sama antara Unair dan Kobe University yang sudah lama terjalin. Tepatnya melalui ITD, juga lembaga Unair yang lain dalam melakukan penelitian dalam bidang health science.
Kolaborasi yang baik ini akhirnya menginisiasi penyelengaraan workshop dengan melibatkan sejumlah universitas dan institusi di Jepang lainnya. Tercatat terdapat 4 pihak, baik universitas maupun lembaga, yang turut terlibat. Yakni, Tokyo Women’s Medical University, Kyoto University, Kobe University, dan Japan International Cooperation Agency, juga Victoria University of Wellington.
Ketua ITD, Prof Inge Lusida membenarkan penyelengaraan workshop itu sebagai awal kolaborasi penelitian. Profesor dari kedua pihak, Unair dan Jepang, saling memaparkan penelitiannya masing-masing. Penelitiannya pun, lanjut Prof Inge, mencakup lintas bidang, yaitu bidang sains dan sosial.
”Workshop ini dalam rangka merancang rencana untuk kerja sama penelitian di bidang science dan sosial. Ini menjadi hal yang menarik. Karena, kita bisa merancang penelitian gabungan yang melibatkan bidang science dan sosial. Ini sangat menarik,” ujarnya.
Prof Inge menjelaskan, bahwa profesor yang hadir saling berbagi pengalamannya, khususnya aktivitas penelitian mereka di Jepang dan beberapa negara di dunia. Total ada 10 profesor dari Jepang yang hadir. Di sisi lain, profesor dari Unair juga melakukan hal yang serupa. Hasil penelitian terkait kasus-kasus terkini yang dihadapi di Indonesia, juga di dunia, turut dipaparkan.
Sementara itu, Wakil Rektor III Unair, Prof Amin Alamsjah dalam audensinya mengungkapkan, langkah tersebut adalah kerja sama yang bagus. Karena mencakup multidisiplin ilmu dan melibatkan banyak pihak. Upaya memperkuat kualitas universitas terus didorong Unair melalui kolaborasi penelitian lintas negara semacam itu, terutama dengan Jepang.
”Selama ini kita punya sejarah panjang kerja sama dengan Jepang, khususnya dengan Kobe University dalam hal kesehatan saja. Sekarang kita tingkatkan kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi dan bidang sosial,” tuturnya.
Prof Amin menyampaikan hasil dari workshop tersebut diharapkan nanti bisa lebih komprehensif, terkait dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, workshop tersebut menjadi medium memperkuat dan mengembangkan kerja sama lainnya ke depan. (hari)











