MALANG | BIDIK – Dalam rangka lebih mendorong penggunaan Unik (Uang Elektronik) dan sebagai bentuk apresiasi kepada pengguna Jalan Tol, Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) akan menjual kartu Unik dengan harga Rp 0. Promo ini berlaku mulai 16 – 31 Oktober 2017 mendatang.
“Apabila Unik sudah terjual habis sebelum 31 Oktober 2017, maka promo ini otomatis berakhir dan harga kembali normal,” ungkap Titin Sumartini, Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah BI Jatim kepada media saat ‘Edukasi Ekonomi dan Keuangan Syariah’ di hotel Harris, Jumat-Sabtu (13-14/10/2017).
Sebelum adanya perubahan sistem pembayaran tol secara elektronifikasi, lanjut Titin, Unik yang dijual Rp 50 ribu berisi saldo Rp 30 ribu. Selisih Rp 20 ribu sebagai pengganti biaya produksi Unik.
“Kini pada periode sosialisasi atau setelah diberlakukannya perubahan sistem elektronifikasi transaksi tol, perbankan penerbit Unik memberikan diskon harga produksi sebesar 50% atau Rp 10 ribu, sehingga harga jual Unik Rp 50 ribu berisi saldo Rp 40 ribu,” jelasnya.
“Pada periode 16 – 31 Oktober 2017, giliran seluruh BUJT, oleh Pemerintah diminta memberikan semacam insentif sebesar Rp 10 ribu untuk menutup biaya produksi Unik, sehingga harga produksi Unik yang semula Rp 20 ribu menjadi Rp 0,” tutur Titin lagi.
Di ingatkan Titin, pada periode promo ini, masyarakat membeli Unik Rp 50 ribu, saldonya tetap Rp 50 ribu. yang digratiskan adalah biaya produksi Unik. Perbankan Penerbit Unik dan BUJT yang menutup biaya produksi tersebut.
“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan program ini dengan sebaik-baiknya, karena kuotanya terbatas,” pungkasnya. (hari)




