SURABAYA | BIDIK- Kasus pengeroyokan terhadap siswa SMA 17 Surabaya Aryamada Wiratama terus berlanjut. Polisi sektor Rungkut yang menangani perkara tersebut sudah memanggil beberapa saksi. Salah satunya siswa SMA Negeri 17 Surabaya yang berinisial DFH dan dua siswa dari SMA AlFalah Surabaya.
Tidak menutup kemungkinan beberapa anak yang dipanggil ini nantinya akan dijadikan sebagai tersangka, kalau ada alat bukti yang menguatkan. Namun hingga saat ini tim penyidik Reskrim Rungkut belum menetapkan satu pun tersangka dan masih dalam tahap penyelidikan/penyidikan.
Menurut sumber BIDIK, dalam pemeriksaan, DFH dicurigai sebagai dalang di balik kasus pengeroyokan tersebut. Hal itu terlihat saat percakapan di WA. Saat itu korban diajak bertemu dengan DFH selepas bermain basket di sekolahnya, yang dihubungi melalui WA. Korban tidak menonak ajakan korban untuk bertemu dengan DFH, dan tidak mempunyai sara curiga sedikit pun terhadap DFH.
Namun dalam pertemuan dengan DFH tersebut, rupanya sudah ada beberapa orang lain yang diduga teman DFH yang sedang menunggunya. Saat itulah korban langsung disekap dan dibonceng sepeda oleh salah satu gerombolan tersebut, dibawa ke sebuah tempat dan dikeroyok ramai-ramai.
Korban yang masih kelas 1 (10) jurusan IPA mengalami luka memar dan lebam di wajah, luka robek di mulut, serta merasakan mual di bagian perut setelah dipukuli dan ditendang oleh sekelompok pelajar tersebut.
Akibatnya, Suryo Hadi, orang tua korban, warga Wonorejo Asri langsung melakukan visum luka yang di derita anaknya, sekaligus melaporkan kejadian ke Polsek Rungkut dengan laporan polisi bernomor : LP/B/349/XII/2017/JTM/Restabes SBY/SEK RKT.
Suryo Hadi berharap pihak kepolisian Sektor Rungkut wajib memproses siapa dalang dibalik pengeroyokan tersebut, termasuk semua pelajar yang diduga siswa SMA AlFalah Ketintang Surabaya yang terlibat harus diproses secara hukum, tidak pandang bulu. Baik itu anak orang kaya maupun orang miskin, karena penegakan hukum tidak memandang status. “Jadi semua yang terlibat dan terbukti bersalah harus diproses hukum,” pungkas Suryo.
Sementara Kapolsek Rungkut, yang dhubungi melalui tim penyidik Reskrim Polsek Rungkut Wahyu Putri D. saat dihubungi melalui WA terkait perkembangan penanganan kasus tersebut dan belum adanya penetapan tersangka belum menjawab konfirmasi BIDIK, Kamis (4/1/2018).
Begitu juga dengan Kepala SMAN 17 Surabaya, Bambang saat dihubungi melalui SMS juga belum berhasil. Seperti yang pernah diberitakan BIDIK edisi 895 (22-28 Desember 2017) dan online www.bidik.co.id berjudul Siswa SMAN 17 Jadi Korban pengeroyokan. (zainul)
Mendikdasmen : Peringatan Hardiknas di Banyuwangi Terbaik Se-Indonesia
BANYUWANGI | bidik.news – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Banyuwangi berlangsung semarak. Sebanyak seribu lebih pelajar mulai SD hingga...
Read moreDetails






